Logo
Proyek
Tanggal Mulai Proyek Selasa, 05 Des 2023
Tanggal Berakhir Proyek Kamis, 05 Des 2024
Kemajuan - Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru : Rabu, 22 Okt 2025)
100%

PEMBANGUNAN KANDANG AYAM PEDAGING / BROILER Kelompok Ternak Raudhatul Ilmi Lingsar Desa Lingsar Kec. Lingsar Kab. Lombok Barat

Anggaran Proyek Rp 190,000,000
Durasi 367 hari
Tanggal Mulai Proyek Senin, 23 Agt 2021
Tanggal Berakhir Proyek Minggu, 23 Jan 2022
Kemajuan - Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru : Rabu, 22 Okt 2025)
100%

mendukung kelancaran pelaksanaan program dan kegiatan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun berjalan.

Anggaran Proyek Rp 186,000,000
Durasi 154 hari
Tanggal Mulai Proyek Jumat, 26 Jun 2020
Tanggal Berakhir Proyek Sabtu, 26 Des 2020
Kemajuan - Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru : Rabu, 22 Okt 2025)
100%

Proyek pembangunan sarana Unit Pengolahan Hasil (UPH) kopi untuk Kelompok Tani (Poktan) Banjar Manggis di Santong, Kayangan, Kabupaten Lombok Utara bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produk kopi yang dihasilkan oleh anggota kelompok tani. Proyek ini akan menyediakan fasilitas modern dan higienis untuk mengolah kopi pascapanen, sehingga dapat mengatasi kendala pengolahan tradisional yang selama ini dihadapi petani.

Anggaran Proyek Rp 140,000,000
Durasi 184 hari
Tanggal Mulai Proyek Selasa, 03 Nov 2020
Tanggal Berakhir Proyek Kamis, 03 Des 2020
Kemajuan - Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru : Rabu, 22 Okt 2025)
100%

Kegiatan Belanja Modal Gedung dan Bangunan – Pengadaan Bangunan Gedung Tempat Kerja Lainnya BKPH Batulanteh merupakan upaya pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana fisik yang memadai untuk menunjang kegiatan operasional Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Batulanteh. Pembangunan gedung tempat kerja ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, pengawasan, serta pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan di wilayah kerja BKPH Batulanteh. Dengan adanya bangunan baru atau bangunan pendukung lainnya, diharapkan kegiatan administrasi, koordinasi lapangan, serta penyimpanan peralatan kerja dapat berjalan lebih tertata dan optimal. Kegiatan ini termasuk dalam program belanja modal yang diarahkan untuk menambah aset tetap pemerintah daerah berupa bangunan, dengan spesifikasi yang memenuhi standar teknis, fungsional, dan keselamatan kerja.

Anggaran Proyek Rp 27,384,750
Durasi 31 hari
Tanggal Mulai Proyek Rabu, 15 Des 2021
Tanggal Berakhir Proyek Selasa, 28 Des 2021
Kemajuan - Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru : Jumat, 22 Okt 2021)
100%

Wilayah pesisir Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, merupakan salah satu daerah yang memiliki aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut, seperti perikanan dan perdagangan hasil laut. Namun, kondisi garis pantai di wilayah ini kerap mengalami abrasi akibat kuatnya gelombang laut dan perubahan cuaca ekstrem, yang berpotensi mengancam pemukiman penduduk, lahan tambak, serta fasilitas umum di sekitar pesisir. Untuk mengurangi risiko kerusakan dan melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi, pemerintah melalui program Bantuan Pembangunan Talud Penahan Ombak Tahap I melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur pelindung pantai di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap lingkungan pesisir, menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat nelayan, serta menciptakan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar pantai. Selain itu, pembangunan talud penahan ombak juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim

Anggaran Proyek Rp 191,000,000
Durasi 14 hari
Tanggal Mulai Proyek Senin, 23 Agt 2021
Tanggal Berakhir Proyek Minggu, 23 Jan 2022
Kemajuan - Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru : Rabu, 22 Okt 2025)
100%

Proyek tersebut umumnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan operasional atau pembangunan yang bersifat mendesak dan spesifik, baik dalam bentuk pengadaan barang, jasa konsultansi, maupun pekerjaan konstruksi

Anggaran Proyek Rp 93,000,000
Durasi 154 hari
Tanggal Mulai Proyek Jumat, 24 Des 2021
Tanggal Berakhir Proyek Selasa, 28 Des 2021
Kemajuan - Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru : Jumat, 22 Okt 2021)
100%

Sektor perikanan budidaya merupakan salah satu bidang usaha yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pengembangan ekonomi pedesaan. Melalui pemanfaatan sumber daya perairan yang berkelanjutan, kegiatan budidaya ikan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia kebutuhan konsumsi protein hewani masyarakat, tetapi juga menjadi peluang usaha yang menjanjikan di tingkat lokal. Kelompok Petani Ikan Selusuh, yang berlokasi di Desa Mas-mas, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, merupakan salah satu kelompok masyarakat yang bergerak di bidang budidaya ikan air tawar. Wilayah ini memiliki kondisi geografis dan ketersediaan sumber air yang mendukung pengembangan usaha perikanan budidaya, termasuk usaha kolam pemancingan ikan yang bernilai ekonomi tinggi. Namun, selama ini kegiatan budidaya ikan di kelompok tersebut masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, seperti kolam pemeliharaan dan fasilitas penunjang lainnya. Akibatnya, produktivitas usaha budidaya belum dapat berkembang secara optimal, dan peluang pengembangan usaha berbasis wisata pemancingan belum dimanfaatkan secara maksimal. Melihat potensi yang dimiliki serta semangat masyarakat dalam mengembangkan usaha perikanan, maka dilakukan kegiatan Pembuatan Kolam Pemancingan Ikan bagi Kelompok Petani Ikan Selusuh. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan sarana usaha produktif yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat budidaya ikan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata pemancingan guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi desa. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal, terutama di sektor perikanan darat dan pariwisata pedesaan. Melalui dukungan tersebut, diharapkan Kelompok Petani Ikan Selusuh dapat meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi contoh bagi kelompok lain dalam pengelolaan usaha perikanan yang berkelanjutan dan bernilai tambah.

Anggaran Proyek Rp 30,000,000
Durasi 5 hari
Tanggal Mulai Proyek Rabu, 20 Nov 2024
Tanggal Berakhir Proyek Jumat, 20 Des 2024
Kemajuan - Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru : Rabu, 22 Okt 2025)
100%

Pekerjaan Konstruksi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Anggaran Proyek Rp 128,020,000
Durasi 31 hari
Tanggal Mulai Proyek Selasa, 10 Nov 2020
Tanggal Berakhir Proyek Senin, 14 Des 2020
Kemajuan - Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru : Rabu, 22 Okt 2025)
100%

Kegiatan ini merupakan bagian dari Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan yang dilaksanakan untuk mendukung pengembangan kawasan ekowisata mangrove dan peningkatan aksesibilitas di wilayah kerja yang memiliki potensi hutan mangrove. Pengadaan jalan khusus (track mangrove) ini bertujuan membangun jalur akses berupa jalur pejalan kaki (boardwalk) atau lintasan khusus yang melintasi area hutan mangrove, tanpa merusak ekosistem alaminya. Track ini akan menjadi sarana pendukung kegiatan edukasi, wisata alam, dan konservasi, sekaligus memfasilitasi masyarakat atau pengunjung yang ingin menikmati keindahan dan fungsi ekologis mangrove secara langsung. Pembangunan track ini juga merupakan bentuk nyata dari pengelolaan kawasan berbasis ekowisata berkelanjutan yang menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Anggaran Proyek Rp 126,911,400
Durasi 35 hari
Tanggal Mulai Proyek Jumat, 26 Jun 2020
Tanggal Berakhir Proyek Sabtu, 26 Des 2020
Kemajuan - Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru : Rabu, 22 Okt 2025)
100%

Proyek pembangunan Sarana Bangunan Unit Pengolahan Hasil (UPH) kopi untuk Kelompok Tani (Poktan) Mentari di Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara merupakan upaya terpadu untuk meningkatkan mutu dan nilai tambah produk kopi. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas pengolahan pascapanen yang memadai, modern, dan higienis, sehingga dapat mengatasi kendala yang selama ini dihadapi petani kopi.

Anggaran Proyek Rp 140,000,000
Durasi 184 hari
Menampilkan 10 dari 2531 entri