Logo
Detail Proyek
Tanggal Mulai Proyek Selasa, 10 Nov 2020
Tanggal Berakhir Proyek Senin, 14 Des 2020
Kemajuan - Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru: Rabu, 22 Okt 2025)
100%
Kegiatan ini merupakan bagian dari Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan yang dilaksanakan untuk mendukung pengembangan kawasan ekowisata mangrove dan peningkatan aksesibilitas di wilayah kerja yang memiliki potensi hutan mangrove.

Pengadaan jalan khusus (track mangrove) ini bertujuan membangun jalur akses berupa jalur pejalan kaki (boardwalk) atau lintasan khusus yang melintasi area hutan mangrove, tanpa merusak ekosistem alaminya. Track ini akan menjadi sarana pendukung kegiatan edukasi, wisata alam, dan konservasi, sekaligus memfasilitasi masyarakat atau pengunjung yang ingin menikmati keindahan dan fungsi ekologis mangrove secara langsung.

Pembangunan track ini juga merupakan bentuk nyata dari pengelolaan kawasan berbasis ekowisata berkelanjutan yang menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.
Anggaran Proyek Rp 126,911,400
Durasi 35 hari

Identitas Proyek

1 Nomor Referensi 6067037
2 Pemilik Proyek Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi NTB, UPTD
3 Sektor, Subsektor Perumahan dan Pemukiman, Pembangunan Perumahan
4 Nama Proyek Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan - Pengadaan Jalan Khusus (Track Mangrove)
5 Lokasi Proyek BKPH Ampang Plampang
6 Tujuan Proyek Tujuan dari kegiatan ini antara lain: Menyediakan akses ramah lingkungan ke kawasan hutan mangrove tanpa merusak ekosistemnya. Mendukung pengembangan ekowisata mangrove sebagai bagian dari pemanfaatan kawasan hutan secara lestari. Memfasilitasi kegiatan edukasi, penelitian, dan pengawasan kawasan mangrove. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi mangrove melalui penyediaan sarana wisata edukatif. Memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi masyarakat lokal melalui peningkatan jumlah kunjungan ke kawasan wisata.
7 Gambaran Proyek Kegiatan ini merupakan bagian dari Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan yang dilaksanakan untuk mendukung pengembangan kawasan ekowisata mangrove dan peningkatan aksesibilitas di wilayah kerja yang memiliki potensi hutan mangrove. Pengadaan jalan khusus (track mangrove) ini bertujuan membangun jalur akses berupa jalur pejalan kaki (boardwalk) atau lintasan khusus yang melintasi area hutan mangrove, tanpa merusak ekosistem alaminya. Track ini akan menjadi sarana pendukung kegiatan edukasi, wisata alam, dan konservasi, sekaligus memfasilitasi masyarakat atau pengunjung yang ingin menikmati keindahan dan fungsi ekologis mangrove secara langsung. Pembangunan track ini juga merupakan bentuk nyata dari pengelolaan kawasan berbasis ekowisata berkelanjutan yang menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Persiapan Proyek

1 Lingkup Proyek
Ruang lingkup kegiatan ini mencakup:

Perencanaan teknis dan desain jalur khusus, termasuk survei lokasi, penentuan material ramah lingkungan, dan desain konstruksi track (misalnya kayu ulin, plastik daur ulang, atau bahan tahan air lainnya).

Pembangunan fisik jalur track mangrove sepanjang jalur yang ditentukan, termasuk struktur penyangga, jalur pejalan kaki, pagar pengaman, dan area pandang (view point) bila diperlukan.

Pekerjaan pendukung, seperti papan informasi edukatif, penunjuk arah, dan rambu-rambu keselamatan.

Penerapan prinsip konservasi, dengan memastikan pembangunan tidak mengganggu pertumbuhan mangrove, aliran pasang surut, atau habitat fauna lokal.

Koordinasi dengan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal, pemerintah desa, dan instansi teknis lingkungan hidup untuk keberlanjutan fungsi track mangrove.
2 Dampak Lingkungan Peningkatan akses untuk edukasi dan konservasi mangrove Jalur khusus mempermudah kegiatan penelitian, pengawasan, dan edukasi tentang ekosistem mangrove. Pengurangan jejak kaki langsung di area mangrove Dengan adanya track, pengunjung tidak menginjak langsung akar mangrove sehingga mengurangi kerusakan vegetasi. Peningkatan nilai wisata ekologis Kawasan mangrove yang dikelola dengan jalur khusus dapat menjadi destinasi ekowisata yang terarah.
3 Dampak Terhadap Lahan dan Permukiman Peningkatan akses ekonomi bagi warga Track mangrove dapat meningkatkan kunjungan wisata, membuka peluang usaha: kuliner, pemandu wisata, parkir, kerajinan, dll. Perbaikan kualitas lingkungan permukiman Mangrove yang terjaga membantu mengurangi abrasi, banjir rob, dan menjadi benteng alami bagi pemukiman pesisir. Meningkatkan kebanggaan dan keterlibatan masyarakat Warga menjadi bagian dari pengelolaan ekowisata sehingga meningkatkan partisipasi dalam menjaga lingkungan.
4 Rincian Kontak Jl. Majapahit No.54, Mataram
5 Sumber Dana APBD 2020
6 Anggaran Proyek Rp 126,911,400
7 Tanggal Persetujuan Anggaran Proyek 9 November 2020

Penyelesaian Proyek

1 Status Proyek Pemeliharaan
2 Biaya Akhir Rp 126,911,400
3 Tanggal Akhir 14 Desember 2020
4 Lingkup Akhir
Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan - Pengadaan Jalan Khusus (Track Mangrove)
5 Alasan Perubahan Pada Proyek
tidak ada perubahan
6 Referensi Laporan Audit dan Evaluasi -

Konteks Pengadaan

1 Entitas Pengadaan dan Rincian Kontak -, -
2 Proses Pengadaan Penunjukan Langsung
3 Jenis Kontrak Pekerjaan Konstruksi
4 Status Kontrak -
5 Jumlah Perusahaan yang Ikut Tender/Pembanding 1
6 Jumlah Perusahaan yang Memasukkan Penawaran 1
7 Perkiraan Biaya Rp 126,911,400
8 Entitas Administrasi Kontrak Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi NTB
9 Judul Kontrak Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan - Pengadaan Jalan Khusus (Track Mangrove)
10 Perusahaan Kontrak CV. Purnama Raya
11 Harga Kontrak Rp 126,911,400
12 Lingkup Kontrak
Ruang lingkup kegiatan mencakup beberapa aspek utama sebagai berikut:

Perencanaan dan Desain Teknis

Survei lokasi dan pemetaan kawasan mangrove.

Penyusunan desain teknis track/jalan khusus dengan memperhatikan kaidah konservasi dan keselamatan.

Analisis dampak lingkungan sederhana (bila diperlukan).

Pekerjaan Konstruksi

Pekerjaan persiapan: pembersihan area kerja, pemasangan patok, dan mobilisasi alat.

Pembuatan struktur pondasi jalan (tiang pancang atau penopang).

Pemasangan jalur jalan (decking) sesuai desain.

Pembuatan fasilitas pendukung seperti pagar pengaman, papan informasi, gazebo, dan tempat istirahat.

Pengawasan dan Pengendalian Mutu

Pengawasan pelaksanaan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.

Pengujian kualitas material dan kekuatan struktur.

Dokumentasi progres pekerjaan.

Pemeliharaan Awal

Pembersihan area setelah pekerjaan selesai.

Pemeriksaan dan perbaikan kecil pasca konstruksi.
13 Tanggal Mulai dan Lama Kontrak 10 November 2020 s/d 14 Desember 2020

Persentase Kemajuan (%)

Kemajuan Keuangan

Lokasi