PEMBANGUNAN KANDANG AYAM PEDAGING / BROILER Kelompok Tani Repok Bijang Desa Wajegeseng Kec. Kopang Kab. Lombok Tengah
Sektor perikanan budidaya merupakan salah satu sektor unggulan yang berpotensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja, khususnya di wilayah pesisir. Kabupaten Dompu sebagai salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki potensi sumber daya perairan payau yang cukup luas dan layak dikembangkan untuk kegiatan budidaya tambak. Desa Riwo, Kecamatan Woja, merupakan salah satu wilayah yang memiliki lahan potensial untuk kegiatan budidaya air payau atau tambak, terutama untuk komoditas unggulan seperti udang vaname, bandeng, dan ikan nila salin. Namun, para pembudidaya di wilayah ini masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana pendukung budidaya, seperti pompa air, kincir, terpal, pakan, dan peralatan teknis lainnya. Kondisi ini menyebabkan produktivitas dan efisiensi usaha budidaya belum optimal. Sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir, maka melalui kegiatan Belanja Hibah Barang Sarana Budidaya Air Payau/Tambak Desa Riwo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, dilakukan pemberian bantuan sarana kepada kelompok pembudidaya. Bantuan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan produksi, meningkatkan efisiensi usaha tambak, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan. Kegiatan hibah sarana budidaya ini juga sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor unggulan berbasis potensi lokal, sekaligus mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam pengembangan ekonomi biru (blue economy) dan ketahanan pangan daerah. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kelompok masyarakat pembudidaya di Desa Riwo dapat meningkatkan produktivitas, memperluas usaha, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Proyek tersebut umumnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan operasional atau pembangunan yang bersifat mendesak dan spesifik, baik dalam bentuk pengadaan barang, jasa konsultansi, maupun pekerjaan konstruksi
Proyek Panti Sosial Bina Karya “Madani” berlokasi di Jl. Wisata Loang Gali, Desa Ramban Biak, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Panti ini merupakan salah satu unit pelayanan sosial yang berfungsi sebagai tempat pembinaan, pelatihan, serta pemberdayaan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), khususnya mereka yang memerlukan peningkatan keterampilan dan kemandirian. Pelaksanaan proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana pelayanan sosial agar dapat memberikan layanan yang lebih layak, efektif, dan berdaya guna bagi penerima manfaat. Kegiatan dalam proyek mencakup pembangunan dan/atau rehabilitasi fasilitas panti, seperti ruang pelatihan, asrama, ruang administrasi, area keterampilan, serta sarana penunjang lainnya. Dengan adanya Panti Sosial Bina Karya “Madani” ini, diharapkan tercipta lingkungan pembinaan yang kondusif bagi warga binaan sosial untuk memperoleh pelatihan kerja, pendidikan karakter, dan dukungan sosial sehingga mampu hidup mandiri dan berdaya di masyarakat.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan program pembangunan infrastruktur perdesaan yang berkelanjutan, Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana dasar masyarakat guna menunjang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat konektivitas antar wilayah. Salah satu bentuk nyata pelaksanaan program tersebut adalah melalui kegiatan Pembangunan, Pemeliharaan, dan Peningkatan Sarana Umum (PPSU)di wilayah pedesaan. Dusun Sapit, yang terletak di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat yang cukup berkembang. Namun demikian, kondisi sarana dan prasarana umum di wilayah ini masih memerlukan perhatian dan peningkatan, terutama terkait dengan aksesibilitas lingkungan, fasilitas umum, serta infrastruktur dasar penunjang aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya kegiatan sosial ekonomi masyarakat dan pelayanan publik di tingkat dusun. Oleh karena itu, melalui kegiatan Paket 01655 PPSU Dusun Sapit Desa Selebung Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah, pemerintah berupaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, seperti jalan lingkungan, saluran drainase, serta fasilitas umum lainnya agar dapat mendukung kegiatan masyarakat secara lebih efektif dan berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertata, memperlancar mobilitas penduduk dan hasil produksi pertanian, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Dusun Sapit secara keseluruhan. Selain itu, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan berbasis masyarakat serta pemerataan pembangunan antarwilayah di Kabupaten Lombok Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Belanja Modal Gedung dan Bangunan yang dilaksanakan oleh BKPH Orong Telu dengan tujuan untuk mendukung fasilitas penunjang tempat kerja. Dalam hal ini, pengadaan yang dimaksud berupa pembangunan kamar mandi/ganti sebagai bagian dari sarana dan prasarana dasar di lingkungan kerja BKPH. Fasilitas ini penting untuk menunjang kenyamanan dan kebersihan bagi pegawai maupun pengunjung (terutama dalam konteks kegiatan luar ruang, wisata alam, atau edukasi lingkungan), sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang layak, sehat, dan sesuai standar pelayanan publik.
Proyek Pembangunan Gudang Benih dan Rak Pengering/Perlengkapan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan benih melalui fasilitas penyimpanan yang memadai dan proses pengeringan yang efisien. Ini penting untuk menjaga mutu benih yang akan didistribusikan kepada petani, terutama untuk komoditas pertanian strategis.
PEMBANGUNAN KANDANG AYAM PEDAGING / BROILER Kelompok Tani Ternak Pancor Manis Desa Perian Kec. Montong Gading Kab. Lombok Timur
Proyek Revitalisasi Gudang Garam Rakyat (ukuran < 100 ton) di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat merupakan kegiatan yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kelautan dan Perikanan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, serta efisiensi fasilitas penyimpanan dan pengolahan garam rakyat di wilayah pesisir Lombok Barat, khususnya di Kecamatan Sekotong yang menjadi salah satu sentra produksi garam rakyat di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Revitalisasi gudang garam ini meliputi perbaikan dan peningkatan sarana prasarana bangunan gudang, seperti perbaikan struktur bangunan, lantai, dinding, atap, serta sistem ventilasi dan drainase. Selain itu, proyek ini juga diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu dan higienitas garam melalui penerapan standar penyimpanan yang baik (Good Storage Practice), sehingga garam rakyat dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan siap masuk ke rantai pasok industri. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat sebagai instansi pelaksana, dengan dukungan teknis dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Perbaikan rumah tidak layak huni dalam kawasan permukiman dengan luas wilayah 10 (sepuluh) ha sampai dengan dibawah 15 (lima belas) ha