PROGRAM : PENYEDIAAN DAN PENGEMBANGAN PRASARANA PERTANIAN KEGIATAN : PENATAAN PRASARANA PERTANIAN SUB KEGIATAN : PEMBANGUNAN, REHABILITASI DAN PEMELIHARAAN RUTIN GEDUNG UPTD PERTANIAN SERTA SARANA PENDUKUNGNYA.
PROGRAM : PENYEDIAAN DAN PENGEMBANGAN PRASARANA PERTANIAN KEGIATAN : PENATAAN PRASARANA PERTANIAN SUB KEGIATAN : PEMBANGUNAN, REHABILITASI DAN PEMELIHARAAN RUTIN GEDUNG UPTD PERTANIAN SERTA SARANA PENDUKUNGNYA
royek Pembangunan/Rehabilitasi Pondok Jaga Kawasan Konservasi KKP Gili Sulat Lawang Tahun 2021 merupakan kegiatan yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Kelautan dan Perikanan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan kawasan konservasi laut daerah secara berkelanjutan. Pondok jaga merupakan salah satu sarana pendukung operasional petugas lapangan (pengawas kawasan) yang bertugas menjaga dan memantau aktivitas di wilayah konservasi laut, termasuk pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan, pemanfaatan sumber daya, serta pelestarian ekosistem seperti terumbu karang, mangrove, dan lamun. Melalui kegiatan pembangunan atau rehabilitasi pondok jaga ini, diharapkan tersedia fasilitas yang layak, aman, dan fungsional bagi petugas dalam melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengelolaan kawasan konservasi Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Sulat – Gili Lawang, yang merupakan salah satu kawasan penting di Kabupaten Lombok Timur.
Proyek Pembangunan Sarana Pemeliharaan Sementara Biota Langka di kawasan Taman Wisata Perairan (TWP) KKPD Gita Nada, Kabupaten Lombok Timur, merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2021 oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui pendanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kelautan dan Perikanan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung upaya konservasi dan pelestarian biota laut langka dan dilindungi, seperti jenis-jenis karang, kima, dan biota endemik lainnya yang berada di kawasan konservasi perairan Gita Nada. Sarana yang dibangun berfungsi sebagai fasilitas pemeliharaan sementara (holding facility) bagi biota laut yang memerlukan penanganan khusus sebelum dilepas kembali ke habitat aslinya. Pembangunan meliputi pembangunan kolam atau bak penampungan air laut, sistem filtrasi dan aerasi, ruang laboratorium sederhana, serta fasilitas pendukung seperti area kerja dan gudang peralatan. Lokasi kegiatan berada di sekitar kawasan TWP Gita Nada yang strategis dan mudah diakses untuk kegiatan penelitian, edukasi, serta rehabilitasi biota. Secara umum, proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menguatkan fungsi kawasan konservasi laut, memperkuat kapasitas pengelolaan sumber daya kelautan berkelanjutan, serta mendukung program nasional perlindungan keanekaragaman hayati laut.
Proyek Rehabilitasi Saluran Air Pasok (Masuk) dan Buang (Keluar) merupakan kegiatan yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2021 yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan fungsi jaringan air yang berperan penting dalam mendukung sistem irigasi dan tata air pada kawasan budidaya perikanan. Saluran air pasok (masuk) berfungsi sebagai jalur utama pemasukan air bersih ke dalam kolam atau tambak, sedangkan saluran air buang (keluar) berperan mengalirkan air sisa atau limbah ke luar sistem budidaya agar kualitas air tetap terjaga. Kondisi saluran yang sebelumnya mengalami kerusakan, sedimentasi, dan penyumbatan telah menurunkan efisiensi sirkulasi air, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi menyeluruh. Melalui kegiatan rehabilitasi ini, dilakukan normalisasi, perbaikan struktur pasangan batu, pengerukan sedimen, serta peningkatan kapasitas tampung dan aliran air, sehingga distribusi air dapat kembali optimal. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kegiatan perikanan, menjaga keseimbangan ekosistem perairan, dan mengurangi risiko pencemaran akibat genangan air yang tidak teralirkan dengan baik.
PROGRAM : PENYEDIAAN DAN PENGEMBANGAN PRASARANA PERTANIAN KEGIATAN : PENATAAN PRASARANA PERTANIAN SUB KEGIATAN : PEMBANGUNAN, REHABILITASI DAN PEMELIHARAAN RUTIN GEDUNG UPTD PERTANIAN SERTA SARANA PENDUKUNGNYA.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Belanja Modal Gedung dan Bangunan yang dilaksanakan oleh BKPH (Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan) Orong Telu. Fokus dari kegiatan ini adalah pengadaan bangunan gedung tempat kerja lainnya, yang dalam konteks ini direalisasikan melalui pembuatan jalan wisata sepanjang 350 meter. Jalan wisata ini dirancang untuk mendukung aksesibilitas kawasan wisata yang berada dalam wilayah kerja BKPH Orong Telu, sekaligus menunjang fungsi konservasi, edukasi, dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan. Pembuatan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan sarana dan prasarana penunjang pengelolaan hutan berbasis wisata alam yang berkelanjutan, serta membuka peluang pengembangan potensi wisata lokal.
Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Penanganan Sampah di Pulau-Pulau Kecil TWP KKPD Gita Nada dilaksanakan pada tahun 2021 sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan laut dan pesisir secara berkelanjutan di kawasan konservasi perairan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas pendukung pengelolaan sampah yang memadai di wilayah pulau-pulau kecil yang termasuk dalam kawasan Taman Wisata Perairan (TWP) Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Gita Nada, sehingga dapat mengurangi pencemaran laut akibat sampah domestik dan aktivitas wisata. Pelaksanaan proyek ini berada di bawah tanggung jawab Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui unit pelaksana teknis yang membidangi pengelolaan kawasan konservasi perairan. Pekerjaan meliputi pembangunan sarana fisik seperti tempat penampungan sampah sementara, dermaga pendukung pengangkutan sampah, jalur akses, serta penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Selain aspek fisik, kegiatan ini juga mencakup peningkatan kesadaran masyarakat dan kelompok pengelola lokal melalui sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Diharapkan, keberadaan sarana dan prasarana ini mampu mendukung terciptanya lingkungan pulau kecil yang bersih, sehat, dan berdaya saing wisata tinggi, serta menjadi model pengelolaan sampah terpadu di kawasan konservasi laut.
PEMBANGUNAN, REHABILITASI DAN PEMELIHARAAN RUTIN GEDUNG UPTD PERTANIAN SERTA SARANA PENDUKUNGNYA.
Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Penanganan Sampah di Pulau-Pulau Kecil Taman Wisata Perairan (TWP) Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) GITA NADA dilaksanakan pada tahun 2021 sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan dan konservasi laut berkelanjutan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui UPTD TWP KKPD GITA NADA. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah laut (marine debris) dan meningkatkan kualitas lingkungan pesisir serta perairan di pulau-pulau kecil yang termasuk dalam kawasan konservasi. Sampah yang dihasilkan dari aktivitas wisata, perikanan, dan permukiman di pulau-pulau kecil seringkali menumpuk karena keterbatasan sarana pengelolaan, sehingga diperlukan infrastruktur penanganan yang memadai dan berkelanjutan. Pembangunan ini difokuskan pada penyediaan sarana fisik dan prasarana pendukung untuk pengumpulan, pemilahan, dan pengangkutan sampah di kawasan konservasi. Kegiatan meliputi: Pembangunan fasilitas tempat penampungan sementara (TPS) di beberapa titik strategis di pulau-pulau kecil dalam kawasan TWP GITA NADA. Penyediaan peralatan kebersihan dan pengangkutan sampah, seperti gerobak, tong sampah terpilah, dan alat angkut sederhana ramah lingkungan. Pembangunan sarana edukasi dan sosialisasi tentang pengelolaan sampah terpadu bagi masyarakat dan pelaku wisata. Penataan area pengumpulan dan pengolahan awal sampah agar tidak mencemari ekosistem pesisir dan laut. Melalui proyek ini, diharapkan tercipta lingkungan pesisir dan laut yang bersih, sehat, dan lestari, mendukung keberlanjutan aktivitas wisata bahari, serta memperkuat peran masyarakat lokal dalam pengelolaan sampah berbasis konservasi. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung program nasional “Indonesia Bersih Sampah Laut 2025”, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) khususnya pada aspek ekosistem laut dan kehidupan di bawah air (Life Below Water).