Tanggal Mulai Proyek
Rabu, 15 Jul 2020
Tanggal Berakhir Proyek
Jumat, 15 Jan 2021
Kemajuan -
Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru:
Kamis, 22 Okt 2020)
Proyek Pembangunan Gudang Benih dan Rak Pengering/Perlengkapan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan benih melalui fasilitas penyimpanan yang memadai dan proses pengeringan yang efisien. Ini penting untuk menjaga mutu benih yang akan didistribusikan kepada petani, terutama untuk komoditas pertanian strategis.
Anggaran Proyek
Rp
132,815,000
Identitas Proyek
| 1 |
Nomor Referensi |
5398037 |
| 2 |
Pemilik Proyek |
Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB,
Kantor Induk |
| 3 |
Sektor, Subsektor |
Pemerintahan,
Tata Kelola Pemerintahan |
| 4 |
Nama Proyek |
Pembangunan Gudang Benih dan Rak Pengering/Perlengkapan |
| 5 |
Lokasi Proyek |
Kabupaten Lombok Timur |
| 6 |
Tujuan Proyek |
Mempertahankan kualitas benih: Menyediakan fasilitas penyimpanan yang dapat mengontrol kondisi lingkungan (suhu dan kelembapan) untuk mempertahankan viabilitas dan vigor benih dalam jangka waktu yang lebih lama. Meningkatkan efisiensi pengeringan: Menyediakan rak pengering yang memungkinkan proses pengeringan lebih cepat, merata, dan higienis, terhindar dari kontaminasi. Menjamin ketersediaan benih: Memastikan ketersediaan benih berkualitas tinggi antar musim tanam, sehingga petani dapat memperoleh pasokan benih yang terjamin. Mempermudah distribusi: Gudang yang terorganisir dengan baik akan memudahkan proses penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian benih kepada petani. |
| 7 |
Gambaran Proyek |
Proyek Pembangunan Gudang Benih dan Rak Pengering/Perlengkapan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan benih melalui fasilitas penyimpanan yang memadai dan proses pengeringan yang efisien. Ini penting untuk menjaga mutu benih yang akan didistribusikan kepada petani, terutama untuk komoditas pertanian strategis. |
Persiapan Proyek
| 1 |
Lingkup Proyek |
Lingkup proyek pembangunan gudang benih dan rak pengering/perlengkapan mencakup seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga pengelolaan pasca-pembangunan. Lingkup ini dirancang untuk memastikan benih disimpan dalam kondisi optimal, kualitasnya terjaga, dan proses distribusinya efisien.
|
| 2 |
Dampak Lingkungan |
Mendukung Pengelolaan Lingkungan yang Lebih Baik
Penyimpanan yang tertata mengurangi limbah pertanian berserakan.
Solar dryer atau pengering hemat energi membantu menekan penggunaan bahan bakar.
Penurunan jamur dan kelembapan mengurangi kebutuhan pestisida atau bahan kimia lainnya.
Mengurangi Pencemaran Lingkungan
Proses pengeringan yang lebih bersih dan terstandar mengurangi potensi pembusukan dan bau.
Limbah pertanian ditangani lebih terkontrol.
Tidak perlu lagi penjemuran di jalan/desa yang sering menyebabkan debu dan gangguan lalu lintas.
Meningkatkan Efisiensi Energi
Jika menggunakan solar dryer, memanfaatkan energi matahari → ramah lingkungan dan hemat listrik.
Penggunaan alat pengering yang efisien menekan emisi karbon dibanding pengering berbahan bakar konvensional. |
| 3 |
Dampak Terhadap Lahan dan Permukiman |
Dampak Terhadap Lahan
Pemanfaatan lahan lebih optimal, dari area kosong/tidak produktif menjadi fasilitas pertanian yang fungsional.
Peningkatan nilai dan kerapihan lahan melalui penataan bangunan, akses, dan drainase.
Mengurangi area kumuh serta memperbaiki kualitas tata ruang lokal.
Stabilitas lahan meningkat karena adanya pengaturan aliran air dan struktur yang terencana.
Dampak Terhadap Permukiman
Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui lapangan kerja dan aktivitas pendukung.
Lingkungan permukiman lebih bersih dan rapi, karena proses pengeringan tidak lagi dilakukan di pekarangan atau jalan kampung.
Meningkatkan kenyamanan dan keamanan, dengan adanya aktivitas terorganisir dan infrastruktur yang lebih baik.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena produksi benih lebih stabil dan berkualitas. |
| 4 |
Rincian Kontak |
Jl. Pejanggik No.10, Mataram Bar., Kec. Selaparang, Kota Mataram
|
| 5 |
Sumber Dana |
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
|
| 6 |
Anggaran Proyek |
Rp
132,815,000
|
| 7 |
Tanggal Persetujuan Anggaran Proyek |
15 Juli 2020
|
Penyelesaian Proyek
| 1 |
Status Proyek |
Pemeliharaan
|
| 2 |
Biaya Akhir |
Rp
132,814,000
|
| 3 |
Tanggal Akhir |
15 Januari 2021
|
| 4 |
Lingkup Akhir |
Lingkup proyek pembangunan gudang benih dan rak pengering/perlengkapan mencakup seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga pengelolaan pasca-pembangunan. Lingkup ini dirancang untuk memastikan benih disimpan dalam kondisi optimal, kualitasnya terjaga, dan proses distribusinya efisien.
|
| 5 |
Alasan Perubahan Pada Proyek |
Tidak Ada
|
| 6 |
Referensi Laporan Audit dan Evaluasi |
-
|
Konteks Pengadaan
| 1 |
Entitas Pengadaan dan Rincian Kontak |
Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB,
Jl. Pejanggik No.10, Mataram Bar., Kec. Selaparang, Kota Mataram
|
| 2 |
Proses Pengadaan |
Pengadaan Langsung |
| 3 |
Jenis Kontrak |
Pekerjaan Konstruksi |
| 4 |
Status Kontrak |
- |
| 5 |
Jumlah Perusahaan yang Ikut Tender/Pembanding |
1
|
| 6 |
Jumlah Perusahaan yang Memasukkan Penawaran |
1
|
| 7 |
Perkiraan Biaya |
Rp
132,815,000
|
| 8 |
Entitas Administrasi Kontrak |
Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB |
| 9 |
Judul Kontrak |
Pembangunan Gudang Benih dan Rak Pengering/Perlengkapan
|
| 10 |
Perusahaan Kontrak |
CV. ANINDYA
|
| 11 |
Harga Kontrak |
Rp
132,814,000
|
| 12 |
Lingkup Kontrak |
Lingkup proyek pembangunan gudang benih dan rak pengering/perlengkapan mencakup seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga pengelolaan pasca-pembangunan. Lingkup ini dirancang untuk memastikan benih disimpan dalam kondisi optimal, kualitasnya terjaga, dan proses distribusinya efisien.
|
| 13 |
Tanggal Mulai dan
Lama Kontrak |
15 Juli 2020
s/d
15 Januari 2021
|