Pembangunan embung melibatkan serangkaian tahapan teknis, mulai dari studi kelayakan dan pemilihan lokasi yang tepat, hingga proses konstruksi fisik yang mencakup penggalian tanah, pemadatan dasar dan lereng, serta pemasangan lapisan kedap air jika diperlukan, dengan tujuan akhir untuk menciptakan cekungan penampungan air yang efektif guna mendukung kebutuhan irigasi, penyediaan air baku, atau konservasi lingkungan.
Pembangunan embung melibatkan serangkaian tahapan teknis, mulai dari studi kelayakan dan pemilihan lokasi yang tepat, hingga proses konstruksi fisik yang mencakup penggalian tanah, pemadatan dasar dan lereng, serta pemasangan lapisan kedap air jika diperlukan, dengan tujuan akhir untuk menciptakan cekungan penampungan air yang efektif guna mendukung kebutuhan irigasi, penyediaan air baku, atau konservasi lingkungan.
PPSU (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) adalah program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menangani perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur dasar di tingkat kelurahan secara cepat dan efektif. Para pekerja PPSU, yang sering disebut sebagai "pasukan oranye" karena seragam khas mereka, bertanggung jawab atas berbagai tugas seperti membersihkan saluran air, memotong rumput, memperbaiki trotoar yang rusak, mengecat ulang fasilitas umum, dan mengangkut sampah atau puing-puing kecil [1, 2]. Program ini bertujuan untuk memastikan lingkungan tetap bersih, rapi, dan aman bagi warga, sekaligus menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat, sehingga penanganan masalah prasarana di Ibu Kota dapat ditangani dengan sigap di tingkat akar rumput [2].
PPSU (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) adalah program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menangani perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur dasar di tingkat kelurahan secara cepat dan efektif. Para pekerja PPSU, yang sering disebut sebagai "pasukan oranye" karena seragam khas mereka, bertanggung jawab atas berbagai tugas seperti membersihkan saluran air, memotong rumput, memperbaiki trotoar yang rusak, mengecat ulang fasilitas umum, dan mengangkut sampah atau puing-puing kecil [1, 2]. Program ini bertujuan untuk memastikan lingkungan tetap bersih, rapi, dan aman bagi warga, sekaligus menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat, sehingga penanganan masalah prasarana di Ibu Kota dapat ditangani dengan sigap di tingkat akar rumput [2].
PPSU (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) adalah program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menangani perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur dasar di tingkat kelurahan secara cepat dan efektif. Para pekerja PPSU, yang sering disebut sebagai "pasukan oranye" karena seragam khas mereka, bertanggung jawab atas berbagai tugas seperti membersihkan saluran air, memotong rumput, memperbaiki trotoar yang rusak, mengecat ulang fasilitas umum, dan mengangkut sampah atau puing-puing kecil [1, 2]. Program ini bertujuan untuk memastikan lingkungan tetap bersih, rapi, dan aman bagi warga, sekaligus menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat, sehingga penanganan masalah prasarana di Ibu Kota dapat ditangani dengan sigap di tingkat akar rumput [2].
PPSU (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) adalah program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menangani perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur dasar di tingkat kelurahan secara cepat dan efektif. Para pekerja PPSU, yang sering disebut sebagai "pasukan oranye" karena seragam khas mereka, bertanggung jawab atas berbagai tugas seperti membersihkan saluran air, memotong rumput, memperbaiki trotoar yang rusak, mengecat ulang fasilitas umum, dan mengangkut sampah atau puing-puing kecil [1, 2]. Program ini bertujuan untuk memastikan lingkungan tetap bersih, rapi, dan aman bagi warga, sekaligus menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat, sehingga penanganan masalah prasarana di Ibu Kota dapat ditangani dengan sigap di tingkat akar rumput [2].
PPSU (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) adalah program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menangani perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur dasar di tingkat kelurahan secara cepat dan efektif. Para pekerja PPSU, yang sering disebut sebagai "pasukan oranye" karena seragam khas mereka, bertanggung jawab atas berbagai tugas seperti membersihkan saluran air, memotong rumput, memperbaiki trotoar yang rusak, mengecat ulang fasilitas umum, dan mengangkut sampah atau puing-puing kecil [1, 2]. Program ini bertujuan untuk memastikan lingkungan tetap bersih, rapi, dan aman bagi warga, sekaligus menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat, sehingga penanganan masalah prasarana di Ibu Kota dapat ditangani dengan sigap di tingkat akar rumput [2].
Gambaran Proyek Proyek Paket 13.003 PPSU Kelurahan Brang Biji merupakan kegiatan pembangunan dan/atau peningkatan prasarana dan sarana utilitas permukiman yang dilaksanakan di wilayah Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini difokuskan pada penataan dan perbaikan infrastruktur lingkungan guna mendukung aktivitas masyarakat serta meningkatkan kualitas kawasan permukiman.
Gambaran Proyek Proyek Paket 27.002 PPSU Kelurahan Brang Biji merupakan kegiatan pembangunan dan/atau peningkatan prasarana permukiman perkotaan yang dilaksanakan di wilayah Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Proyek ini diarahkan untuk mendukung penataan lingkungan permukiman agar lebih tertib, nyaman, dan berfungsi optimal bagi aktivitas masyarakat setempat.
Gambaran Proyek Proyek Paket 51.012 PPSU Desa Serading merupakan kegiatan pembangunan dan/atau peningkatan prasarana permukiman skala desa yang dilaksanakan di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Proyek ini difokuskan pada penyediaan dan perbaikan infrastruktur dasar permukiman guna mendukung aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan masyarakat desa secara berkelanjutan.