Tanggal Mulai Proyek
Selasa, 04 Agt 2020
Tanggal Berakhir Proyek
Kamis, 04 Feb 2021
Kemajuan -
Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru:
Rabu, 22 Okt 2025)
Secara umum, proyek pengadaan Unit Pengering (Solar Dryer) untuk penanganan pascapanen kopi di Kabupaten Sumbawa Barat bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses pengeringan biji kopi. Proyek ini akan memberikan solusi terhadap kendala pengeringan tradisional yang bergantung pada cuaca, serta meningkatkan nilai jual produk kopi.
Anggaran Proyek
Rp
164,000,000
Identitas Proyek
| 1 |
Nomor Referensi |
5503037 |
| 2 |
Pemilik Proyek |
Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB,
Kantor Induk |
| 3 |
Sektor, Subsektor |
Ekonomi,
Pertanian |
| 4 |
Nama Proyek |
Unit Pengering (Solar Dryer) untuk Penanganan Pascapanen Kopi (Kabupaten Sumbawa Barat) 1 Unit |
| 5 |
Lokasi Proyek |
kabuapten sumbawa barat |
| 6 |
Tujuan Proyek |
Meningkatkan kualitas kopi: Pengeringan yang terkontrol dengan solar dryer akan menghasilkan biji kopi dengan kadar air optimal (sekitar 12%), menghindari risiko jamur, dan menjaga mutu rasa dan aroma. Mempercepat proses pengeringan: Solar dryer dapat mempersingkat waktu pengeringan secara signifikan, memungkinkan petani memproses hasil panen lebih cepat dan efisien. Meningkatkan nilai jual: Kopi dengan kualitas yang lebih baik akan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi di pasar, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani. Mendukung pertanian berkelanjutan: Penggunaan energi surya sebagai sumber tenaga menjadikan proses pengeringan lebih ramah lingkungan dan tidak bergantung pada sumber energi tidak terbarukan. |
| 7 |
Gambaran Proyek |
Secara umum, proyek pengadaan Unit Pengering (Solar Dryer) untuk penanganan pascapanen kopi di Kabupaten Sumbawa Barat bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses pengeringan biji kopi. Proyek ini akan memberikan solusi terhadap kendala pengeringan tradisional yang bergantung pada cuaca, serta meningkatkan nilai jual produk kopi. |
Persiapan Proyek
| 1 |
Lingkup Proyek |
Proyek pengadaan satu unit solar dryer (unit pengering tenaga surya) untuk penanganan pascapanen kopi di Kabupaten Sumbawa Barat memiliki cakupan yang terdefinisi dengan jelas untuk memastikan tujuan utama tercapai, yaitu meningkatkan kualitas dan nilai jual produk kopi
|
| 2 |
Dampak Lingkungan |
a. Pengurangan Pencemaran Lingkungan
Mengurangi limbah organik basah dari kopi karena proses pengeringan lebih cepat dan higienis.
Mencegah fermentasi berlebih yang menimbulkan bau tak sedap di area pemukiman.
b. Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi
Solar dryer menggunakan energi surya, sehingga:
Mengurangi ketergantungan pada energi berbahan bakar fosil.
Menurunkan emisi CO₂, dibanding pengeringan mesin berbahan bakar minyak/gas.
c. Peningkatan Higienitas dan Kualitas Produk
Pengering tertutup menghindarkan kontaminasi debu, serangga, dan binatang.
Hasil kopi berkualitas lebih baik, mendukung standar ekspor dan nilai jual petani.
d. Mendukung Ketahanan Iklim (Climate Resilience)
Mengurangi risiko gagal kering akibat cuaca ekstrem (hujan mendadak, kelembapan tinggi).
Mendukung adaptasi petani terhadap perubahan iklim di daerah basah/berawan. |
| 3 |
Dampak Terhadap Lahan dan Permukiman |
Dampak terhadap lahan bersifat rendah dan dapat dikelola dengan penataan drainase, pengelolaan tanah galian, dan desain bangunan yang rapi.
Dampak terhadap permukiman juga rendah, terbatas pada gangguan temporer saat konstruksi dan potensi bau dari limbah basah jika tidak dikelola.
Operasional solar dryer justru memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan pendapatan petani dan aktivitas ekonomi. |
| 4 |
Rincian Kontak |
Jl. Pejanggik No.10, Mataram Bar., Kec. Selaparang, Kota Mataram
|
| 5 |
Sumber Dana |
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
|
| 6 |
Anggaran Proyek |
Rp
164,000,000
|
| 7 |
Tanggal Persetujuan Anggaran Proyek |
4 Agustus 2020
|
Penyelesaian Proyek
| 1 |
Status Proyek |
Pemeliharaan
|
| 2 |
Biaya Akhir |
Rp
163,700,000
|
| 3 |
Tanggal Akhir |
4 Februari 2021
|
| 4 |
Lingkup Akhir |
Proyek pengadaan satu unit solar dryer (unit pengering tenaga surya) untuk penanganan pascapanen kopi di Kabupaten Sumbawa Barat memiliki cakupan yang terdefinisi dengan jelas untuk memastikan tujuan utama tercapai, yaitu meningkatkan kualitas dan nilai jual produk kopi
|
| 5 |
Alasan Perubahan Pada Proyek |
tidak ada perubahan
|
| 6 |
Referensi Laporan Audit dan Evaluasi |
-
|
Konteks Pengadaan
| 1 |
Entitas Pengadaan dan Rincian Kontak |
Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB,
Jl. Pejanggik No.10, Mataram Bar., Kec. Selaparang, Kota Mataram
|
| 2 |
Proses Pengadaan |
Pengadaan Langsung |
| 3 |
Jenis Kontrak |
Pekerjaan Konstruksi |
| 4 |
Status Kontrak |
- |
| 5 |
Jumlah Perusahaan yang Ikut Tender/Pembanding |
1
|
| 6 |
Jumlah Perusahaan yang Memasukkan Penawaran |
1
|
| 7 |
Perkiraan Biaya |
Rp
164,000,000
|
| 8 |
Entitas Administrasi Kontrak |
Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB |
| 9 |
Judul Kontrak |
Unit Pengering (Solar Dryer) untuk Penanganan Pascapanen Kopi (Kabupaten Sumbawa Barat) 1 Unit
|
| 10 |
Perusahaan Kontrak |
PT Alderon Pratama Indonesia
|
| 11 |
Harga Kontrak |
Rp
163,700,000
|
| 12 |
Lingkup Kontrak |
Proyek pengadaan satu unit solar dryer (unit pengering tenaga surya) untuk penanganan pascapanen kopi di Kabupaten Sumbawa Barat memiliki cakupan yang terdefinisi dengan jelas untuk memastikan tujuan utama tercapai, yaitu meningkatkan kualitas dan nilai jual produk kopi
|
| 13 |
Tanggal Mulai dan
Lama Kontrak |
4 Agustus 2020
s/d
4 Februari 2021
|