Logo
Detail Proyek
Tanggal Mulai Proyek Selasa, 23 Jun 2020
Tanggal Berakhir Proyek Sabtu, 23 Jan 2021
Kemajuan - Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru: Rabu, 22 Okt 2025)
100%
Penanganan pascapanen kopi yang tidak tepat, seperti pengeringan yang tidak higienis atau pengolahan manual yang kurang efisien, seringkali menjadi kendala bagi petani di sentra-sentra produksi kopi. Kondisi ini dapat menurunkan mutu biji kopi, mengurangi harga jual, dan memperlambat proses pengolahan secara keseluruhan.
Anggaran Proyek Rp 115,000,000
Durasi 215 hari

Identitas Proyek

1 Nomor Referensi 5330037
2 Pemilik Proyek Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Kantor Induk
3 Sektor, Subsektor Pemerintahan, Tata Kelola Pemerintahan
4 Nama Proyek Bangunan UPH untuk Penanganan Pascapanen Kopi (Kabupaten Sumbawa Barat) 1 Unit
5 Lokasi Proyek Kabupaten Sumbawa Barat
6 Tujuan Proyek Meningkatkan kualitas dan nilai jual biji kopi yang diproduksi oleh petani. Menyediakan fasilitas pengolahan pascapanen yang terintegrasi dan modern. Meningkatkan efisiensi dan higienitas proses pengolahan kopi. Memberdayakan kelompok tani atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam mengelola hasil panen secara kolektif.
7 Gambaran Proyek Penanganan pascapanen kopi yang tidak tepat, seperti pengeringan yang tidak higienis atau pengolahan manual yang kurang efisien, seringkali menjadi kendala bagi petani di sentra-sentra produksi kopi. Kondisi ini dapat menurunkan mutu biji kopi, mengurangi harga jual, dan memperlambat proses pengolahan secara keseluruhan.

Persiapan Proyek

1 Lingkup Proyek
Lingkup proyek pembangunan Unit Pengolahan Hasil (UPH) kopi untuk penanganan pascapanen di Kabupaten Sumbawa Barat mencakup beberapa aspek utama, mulai dari infrastruktur hingga peralatan, yang bertujuan meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk kopi lokal.
2 Dampak Lingkungan Limbah pascapanen terkelola lebih baik sehingga mengurangi pencemaran. Proses pengolahan lebih bersih dan terkontrol. Pemanfaatan limbah organik untuk kompos atau pakan. Efisiensi penggunaan air dan energi. Mendukung praktik pertanian kopi yang lebih berkelanjutan.
3 Dampak Terhadap Lahan dan Permukiman Pemanfaatan lahan menjadi lebih produktif dan tertata. Mengurangi aktivitas pengolahan kopi di area permukiman sehingga lingkungan lebih bersih dan nyaman. Menurunkan potensi bau dan limbah berserakan karena pengolahan terpusat di fasilitas UPH. Meningkatkan kualitas lingkungan sekitar melalui pengelolaan limbah yang lebih baik. Mendorong peningkatan ekonomi lokal yang berdampak positif pada kondisi permukiman.
4 Rincian Kontak Jl. Pejanggik No.10, Mataram Bar., Kec. Selaparang, Kota Mataram
5 Sumber Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
6 Anggaran Proyek Rp 115,000,000
7 Tanggal Persetujuan Anggaran Proyek 23 Juni 2020

Penyelesaian Proyek

1 Status Proyek Pemeliharaan
2 Biaya Akhir Rp 114,894,000
3 Tanggal Akhir 23 Januari 2021
4 Lingkup Akhir
Lingkup proyek pembangunan Unit Pengolahan Hasil (UPH) kopi untuk penanganan pascapanen di Kabupaten Sumbawa Barat mencakup beberapa aspek utama, mulai dari infrastruktur hingga peralatan, yang bertujuan meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk kopi lokal.
5 Alasan Perubahan Pada Proyek
Tidak ada
6 Referensi Laporan Audit dan Evaluasi -

Konteks Pengadaan

1 Entitas Pengadaan dan Rincian Kontak Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Setda Provinsi NTB, Gubernur NTB, Gedung I, Jl. Pejanggik No.12 Lantai 2 Kantor, Pejanggik, Kec. Mataram, Kota Mataram
2 Proses Pengadaan Pengadaan Langsung
3 Jenis Kontrak Pekerjaan Konstruksi
4 Status Kontrak -
5 Jumlah Perusahaan yang Ikut Tender/Pembanding 1
6 Jumlah Perusahaan yang Memasukkan Penawaran 1
7 Perkiraan Biaya Rp 115,000,000
8 Entitas Administrasi Kontrak Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB
9 Judul Kontrak Bangunan UPH untuk Penanganan Pascapanen Kopi (Kabupaten Sumbawa Barat) 1 Unit
10 Perusahaan Kontrak CV. Surya Mandiri
11 Harga Kontrak Rp 114,894,000
12 Lingkup Kontrak
Lingkup proyek pembangunan Unit Pengolahan Hasil (UPH) kopi untuk penanganan pascapanen di Kabupaten Sumbawa Barat mencakup beberapa aspek utama, mulai dari infrastruktur hingga peralatan, yang bertujuan meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk kopi lokal.
13 Tanggal Mulai dan Lama Kontrak 23 Juni 2020 s/d 23 Januari 2021

Persentase Kemajuan (%)

Kemajuan Keuangan

Lokasi