We are a reliable transport agency providing safe and timely logistics solutions. Our services cover local and long-distance transportation needs.

Our Services
Get a Quote

Proyek

Pembangunan kandang kolektif Kelompok Tani Ternak (KTT) Malik Ngarat

Nomor Referensi: 6201037

Pemerintahan – Tata Kelola Pemerintahan

Tanggal Mulai Proyek 27 Nov 2020
Tanggal Berakhir Proyek 27 Nov 2021
Kemajuan (Capaian Fisik)
100%

Gambaran Proyek

Gambaran Proyek Pembangunan Kandang Kolektif KTT Malik Ngarat 1. Latar Belakang Kelompok Tani Ternak (KTT) Malik Ngarat merupakan kelompok peternak yang beranggotakan para peternak kecil dengan jenis usaha utama beternak sapi/kambing (bisa disesuaikan). Selama ini kegiatan pemeliharaan ternak masih dilakukan secara individual di kandang masing-masing yang tersebar. Hal ini menimbulkan beberapa kendala, antara lain: Kurangnya efisiensi dalam pengelolaan pakan dan kebersihan. Sulitnya pengawasan kesehatan ternak. Terbatasnya akses terhadap pembinaan teknis dan bantuan pemerintah. Tidak optimalnya pemanfaatan limbah ternak untuk pupuk organik. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah kandang kolektif yang mampu meningkatkan efektivitas usaha ternak dan memberdayakan kelompok secara terpadu.

detail

Anggaran Proyek Rp 95,000,000
Durasi 366 hari
Tender 1 Tender
Dokumen 0 Dokumen
Anggaran Proyek 1 Anggaran Proyek
1 Nomor Referensi 6201037
2 Pemilik Proyek Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Kantor Induk
3 Sektor, Subsektor Pemerintahan, Tata Kelola Pemerintahan
4 Nama Proyek Pembangunan kandang kolektif Kelompok Tani Ternak (KTT) Malik Ngarat
5 Lokasi Proyek Mujur, Kec. Praya Timur - Lombok Tengah (Kab.
6 Tujuan Proyek Pembangunan kandang kolektif Kelompok Tani Ternak (KTT) Malik Ngarat
7 Gambaran Proyek Gambaran Proyek Pembangunan Kandang Kolektif KTT Malik Ngarat 1. Latar Belakang Kelompok Tani Ternak (KTT) Malik Ngarat merupakan kelompok peternak yang beranggotakan para peternak kecil dengan jenis usaha utama beternak sapi/kambing (bisa disesuaikan). Selama ini kegiatan pemeliharaan ternak masih dilakukan secara individual di kandang masing-masing yang tersebar. Hal ini menimbulkan beberapa kendala, antara lain: Kurangnya efisiensi dalam pengelolaan pakan dan kebersihan. Sulitnya pengawasan kesehatan ternak. Terbatasnya akses terhadap pembinaan teknis dan bantuan pemerintah. Tidak optimalnya pemanfaatan limbah ternak untuk pupuk organik. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah kandang kolektif yang mampu meningkatkan efektivitas usaha ternak dan memberdayakan kelompok secara terpadu.
1 Lingkup Proyek

Pembangunan kandang kolektif Kelompok Tani Ternak (KTT) Malik Ngarat

2 Dampak Lingkungan

Pembangunan kandang kolektif Kelompok Tani Ternak (KTT) Malik Ngarat berpotensi memberikan dampak lingkungan yang positif maupun negatif, namun secara umum dapat dikelola dengan baik melalui perencanaan yang tepat. Dampak positifnya meliputi pengurangan pencemaran karena kotoran ternak dikelola pada satu titik sehingga mudah diolah menjadi pupuk organik atau biogas, peningkatan kebersihan lingkungan sekitar, serta efisiensi penggunaan lahan dan air. Meski demikian, potensi dampak negatif seperti bau, peningkatan lalat, limbah cair, dan risiko pencemaran tanah atau sumber air tetap perlu diantisipasi melalui penyediaan sistem drainase yang baik, pengelolaan limbah terpadu, sanitasi rutin, serta jarak aman dari pemukiman. Dengan pengelolaan yang tepat, pembangunan kandang kolektif justru dapat menjadi model peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat.

3 Dampak Terhadap Lahan dan Permukiman

Pembangunan kandang kolektif Kelompok Tani Ternak (KTT) Malik Ngarat dapat memberikan dampak terhadap lahan dan permukiman di sekitarnya, baik secara positif maupun berpotensi negatif jika tidak dikelola dengan baik. Secara positif, pemusatan kegiatan ternak pada satu lokasi dapat mengurangi penyebaran kotoran dan limbah di area permukiman, sehingga menjaga kebersihan lingkungan desa serta mencegah penggunaan lahan secara semrawut. Namun, potensi dampak negatif seperti perubahan fungsi lahan, penurunan kualitas tanah akibat limbah cair, bau yang mengganggu, kebisingan, serta kemungkinan meningkatnya populasi lalat dapat memengaruhi kenyamanan warga, terutama jika kandang terlalu dekat dengan permukiman. Oleh karena itu, pengaturan jarak aman, sistem pengelolaan limbah yang baik, vegetasi buffer (pohon peneduh/penyerap bau), dan desain kandang yang memenuhi standar lingkungan sangat penting agar pembangunan ini tetap harmonis dengan kondisi lahan dan permukiman sekitar.

4 Rincian Kontak Jl. Airlangga No.56, Kekalik Jaya, Kec. Sekarbela, Kota Mataram
5 Sumber Dana APBD NTB
6 Anggaran Proyek Rp 95,000,000
7 Tanggal Persetujuan Anggaran Proyek 27 November 2020
1 Status Proyek Pemeliharaan
2 Biaya Akhir Rp 94,994,973
3 Tanggal Akhir 27 November 2021
4 Lingkup Akhir

Pembangunan kandang kolektif Kelompok Tani Ternak (KTT) Malik Ngarat

5 Alasan Perubahan Pada Proyek

Tidak ada perubahan

6 Referensi Laporan Audit dan Evaluasi -
1 Entitas Pengadaan dan Rincian Kontak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Jl. Airlangga No.56, Kekalik Jaya, Kec. Sekarbela, Kota Mataram
2 Proses Pengadaan Pengadan Langsung
3 Jenis Kontrak Pekerjaan Konstruksi
4 Status Kontrak -
5 Jumlah Perusahaan yang Ikut Tender/Pembanding 1
6 Jumlah Perusahaan yang Memasukkan Penawaran 1
7 Perkiraan Biaya Rp 95,000,000
8 Entitas Administrasi Kontrak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB
9 Judul Kontrak Pembangunan kandang kolektif Kelompok Tani Ternak (KTT) Malik Ngarat
10 Perusahaan Kontrak CV EMPAT BERLIAN
11 Harga Kontrak Rp 94,994,973
12 Lingkup Kontrak

Pembangunan kandang kolektif Kelompok Tani Ternak (KTT) Malik Ngarat

13 Tanggal Mulai dan Lama Kontrak 27 November 2020 s/d 27 November 2021

Persentase Kemajuan (%)

Kemajuan Keuangan

Lokasi