Nomor Referensi: 66037
Energi – Energi
Pemboran sumur eksplorasi air bawah tanah di Pulau Sumbawa dilakukan untuk menemukan akuifer produktif dalam kondisi geologi vulkanik dan aluvial yang bervariasi. Kegiatan mencakup survei geolistrik, pengeboran, pemasangan casing-screen, dan uji pemompaan, dengan tantangan berupa heterogenitas akuifer retakan dan kedalaman air tanah, namun tetap memiliki potensi baik terutama di kaki gunung api dan dataran aluvial.
| 1 | Nomor Referensi | 66037 |
| 2 | Pemilik Proyek | Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB, Kantor Induk |
| 3 | Sektor, Subsektor | Energi, Energi |
| 4 | Nama Proyek | Pemboran sumur eksplorasi air bawah tanah di Pulau Sumbawa |
| 5 | Lokasi Proyek | Mataram |
| 6 | Tujuan Proyek | Kegiatan Pemerintahan |
| 7 | Gambaran Proyek | Pemboran sumur eksplorasi air bawah tanah di Pulau Sumbawa dilakukan untuk menemukan akuifer produktif dalam kondisi geologi vulkanik dan aluvial yang bervariasi. Kegiatan mencakup survei geolistrik, pengeboran, pemasangan casing-screen, dan uji pemompaan, dengan tantangan berupa heterogenitas akuifer retakan dan kedalaman air tanah, namun tetap memiliki potensi baik terutama di kaki gunung api dan dataran aluvial. |
| 1 | Lingkup Proyek |
Lingkup proyek pemboran sumur eksplorasi air bawah tanah meliputi survei awal (geologi, geolistrik, dan pemetaan lokasi), penentuan titik bor, persiapan lahan dan mobilisasi peralatan, kegiatan pengeboran hingga mencapai target akuifer, pemasangan casing dan screen, pembersihan serta pengembangan sumur, uji pemompaan untuk menilai kapasitas dan kualitas air, pengelolaan limbah bor, serta penyusunan laporan hasil eksplorasi. Lingkup ini juga mencakup aspek keselamatan kerja dan pengelolaan dampak lingkungan di sekitar area proyek. |
|
| 2 | Dampak Lingkungan | Dampak lingkungan dari pemboran sumur eksplorasi air bawah tanah meliputi potensi perubahan muka air tanah akibat uji pemompaan, gangguan ekosistem lokal, kebisingan dan debu dari aktivitas pengeboran, serta risiko pencemaran jika limbah bor tidak dikelola dengan baik. Meski umumnya berskala kecil, mitigasi seperti pengelolaan lumpur bor, pemantauan kualitas air, dan pembatasan zona lindung tetap diperlukan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air. |
|
| 3 | Dampak Terhadap Lahan dan Permukiman | Dampak pemboran sumur eksplorasi terhadap lahan dan permukiman umumnya berupa gangguan sementara seperti kebisingan, getaran, lalu-lintas alat berat, serta potensi kerusakan ringan pada akses jalan atau lahan akibat mobilisasi peralatan. Aktivitas pengeboran juga dapat mengubah kondisi permukaan lahan di sekitar titik bor, terutama jika tidak dilakukan penataan area kerja dan pembuangan lumpur bor dengan benar. Bagi permukiman, dampak biasanya bersifat jangka pendek dan dapat diminimalkan melalui pengaturan jarak aman, pengelolaan limbah, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar. |
|
| 4 | Rincian Kontak | l. Majapahit No.40, Kekalik Jaya, Kec. Mataram, Kota Mataram | |
| 5 | Sumber Dana | Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) | |
| 6 | Anggaran Proyek | Rp 190,000,000 | |
| 7 | Tanggal Persetujuan Anggaran Proyek | 6 Juni 2011 | |
| 1 | Status Proyek | Pemeliharaan |
| 2 | Biaya Akhir | Rp 189,050,000 |
| 3 | Tanggal Akhir | 24 September 2011 |
| 4 | Lingkup Akhir |
Lingkup proyek pemboran sumur eksplorasi air bawah tanah meliputi survei awal (geologi, geolistrik, dan pemetaan lokasi), penentuan titik bor, persiapan lahan dan mobilisasi peralatan, kegiatan pengeboran hingga mencapai target akuifer, pemasangan casing dan screen, pembersihan serta pengembangan sumur, uji pemompaan untuk menilai kapasitas dan kualitas air, pengelolaan limbah bor, serta penyusunan laporan hasil eksplorasi. Lingkup ini juga mencakup aspek keselamatan kerja dan pengelolaan dampak lingkungan di sekitar area proyek. |
| 5 | Alasan Perubahan Pada Proyek |
Tidak ada perubahan |
| 6 | Referensi Laporan Audit dan Evaluasi | - |
| 1 | Entitas Pengadaan dan Rincian Kontak | Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Setda Provinsi NTB, Gubernur NTB, Gedung I, Jl. Pejanggik No.12 Lantai 2 Kantor, Pejanggik, Kec. Mataram, Kota Mataram |
| 2 | Proses Pengadaan | Lelang Umum - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur |
| 3 | Jenis Kontrak | Pekerjaan Konstruksi |
| 4 | Status Kontrak | - |
| 5 | Jumlah Perusahaan yang Ikut Tender/Pembanding | 4 |
| 6 | Jumlah Perusahaan yang Memasukkan Penawaran | 6 |
| 7 | Perkiraan Biaya | Rp 190,000,000 |
| 8 | Entitas Administrasi Kontrak | Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB |
| 9 | Judul Kontrak | Pemboran sumur eksplorasi air bawah tanah di Pulau Sumbawa |
| 10 | Perusahaan Kontrak | cv.maros |
| 11 | Harga Kontrak | Rp 189,050,000 |
| 12 | Lingkup Kontrak |
Lingkup proyek pemboran sumur eksplorasi air bawah tanah meliputi survei awal (geologi, geolistrik, dan pemetaan lokasi), penentuan titik bor, persiapan lahan dan mobilisasi peralatan, kegiatan pengeboran hingga mencapai target akuifer, pemasangan casing dan screen, pembersihan serta pengembangan sumur, uji pemompaan untuk menilai kapasitas dan kualitas air, pengelolaan limbah bor, serta penyusunan laporan hasil eksplorasi. Lingkup ini juga mencakup aspek keselamatan kerja dan pengelolaan dampak lingkungan di sekitar area proyek. |
| 13 | Tanggal Mulai dan Lama Kontrak | 24 Juli 2011 s/d 24 September 2011 |