Tanggal Mulai Proyek
Senin, 04 Mei 2020
Tanggal Berakhir Proyek
Rabu, 04 Nov 2020
Kemajuan -
Capaian Fisik (Pembaharuan terbaru:
Rabu, 22 Okt 2025)
Gambaran proyek pembangunan satu unit pengering bertenaga surya (solar dryer) untuk penanganan pascapanen kakao di Kabupaten Lombok Utara adalah penyediaan fasilitas pengeringan yang efisien dan higienis. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas biji kakao, terutama selama musim hujan, dengan mengendalikan proses pengeringan agar tidak bergantung sepenuhnya pada cuaca
Anggaran Proyek
Rp
168,500,000
Identitas Proyek
| 1 |
Nomor Referensi |
5217037 |
| 2 |
Pemilik Proyek |
Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB,
Kantor Induk |
| 3 |
Sektor, Subsektor |
Pemerintahan,
Tata Kelola Pemerintahan |
| 4 |
Nama Proyek |
Unit Pengering (Solar Dryer) untuk Penanganan Pascapanen Tanaman Kakao Kabupaten Lombok Utara 1 Unit |
| 5 |
Lokasi Proyek |
Kabupaten Lombok Utara |
| 6 |
Tujuan Proyek |
Meningkatkan kualitas biji kakao: Proses pengeringan yang terkontrol dengan solar dryer mencegah biji kakao berjamur, menghasilkan biji yang seragam, dan meningkatkan mutu biji kering untuk memenuhi standar pasar, bahkan untuk diekspor. Menjaga higienitas: Pengering tertutup melindungi biji kakao dari kontaminasi kotoran, debu, hujan, serangga, dan hewan. Efisiensi waktu: Proses pengeringan menjadi lebih cepat dan stabil dibandingkan penjemuran alami, sehingga mempersingkat waktu pascapanen. Nilai tambah: Peningkatan kualitas biji kakao secara langsung meningkatkan harga jual dan pendapatan petani. Pemberdayaan petani: Memperkenalkan petani pada teknologi tepat guna yang dapat mereka kelola secara mandiri atau dalam kelompok. |
| 7 |
Gambaran Proyek |
Gambaran proyek pembangunan satu unit pengering bertenaga surya (solar dryer) untuk penanganan pascapanen kakao di Kabupaten Lombok Utara adalah penyediaan fasilitas pengeringan yang efisien dan higienis. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas biji kakao, terutama selama musim hujan, dengan mengendalikan proses pengeringan agar tidak bergantung sepenuhnya pada cuaca |
Persiapan Proyek
| 1 |
Lingkup Proyek |
Lingkup proyek pengadaan dan pembangunan Unit Pengering Solar Dryer untuk penanganan pascapanen tanaman kakao di Kabupaten Lombok Utara mencakup beberapa tahapan kunci, mulai dari persiapan hingga implementasi dan pelatihan. Tujuan utamanya adalah menyediakan fasilitas pengeringan yang efisien dan higienis untuk meningkatkan kualitas biji kakao lokal
|
| 2 |
Dampak Lingkungan |
a. Pengurangan Pencemaran Lingkungan
Mengurangi limbah organik basah dari kopi karena proses pengeringan lebih cepat dan higienis.
Mencegah fermentasi berlebih yang menimbulkan bau tak sedap di area pemukiman.
b. Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi
Solar dryer menggunakan energi surya, sehingga:
Mengurangi ketergantungan pada energi berbahan bakar fosil.
Menurunkan emisi CO₂, dibanding pengeringan mesin berbahan bakar minyak/gas.
c. Peningkatan Higienitas dan Kualitas Produk
Pengering tertutup menghindarkan kontaminasi debu, serangga, dan binatang.
Hasil kopi berkualitas lebih baik, mendukung standar ekspor dan nilai jual petani.
d. Mendukung Ketahanan Iklim (Climate Resilience)
Mengurangi risiko gagal kering akibat cuaca ekstrem (hujan mendadak, kelembapan tinggi).
Mendukung adaptasi petani terhadap perubahan iklim di daerah basah/berawan. |
| 3 |
Dampak Terhadap Lahan dan Permukiman |
Dampak terhadap lahan bersifat rendah dan dapat dikelola dengan penataan drainase, pengelolaan tanah galian, dan desain bangunan yang rapi.
Dampak terhadap permukiman juga rendah, terbatas pada gangguan temporer saat konstruksi dan potensi bau dari limbah basah jika tidak dikelola.
Operasional solar dryer justru memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan pendapatan petani dan aktivitas ekonomi. |
| 4 |
Rincian Kontak |
Jl. Pejanggik No.10, Mataram Bar., Kec. Selaparang, Kota Mataram
|
| 5 |
Sumber Dana |
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
|
| 6 |
Anggaran Proyek |
Rp
168,500,000
|
| 7 |
Tanggal Persetujuan Anggaran Proyek |
4 Mei 2020
|
Penyelesaian Proyek
| 1 |
Status Proyek |
Pemeliharaan
|
| 2 |
Biaya Akhir |
Rp
167,100,450
|
| 3 |
Tanggal Akhir |
4 November 2020
|
| 4 |
Lingkup Akhir |
Lingkup proyek pengadaan dan pembangunan Unit Pengering Solar Dryer untuk penanganan pascapanen tanaman kakao di Kabupaten Lombok Utara mencakup beberapa tahapan kunci, mulai dari persiapan hingga implementasi dan pelatihan. Tujuan utamanya adalah menyediakan fasilitas pengeringan yang efisien dan higienis untuk meningkatkan kualitas biji kakao lokal
|
| 5 |
Alasan Perubahan Pada Proyek |
Tidak ada Perubahan
|
| 6 |
Referensi Laporan Audit dan Evaluasi |
-
|
Konteks Pengadaan
| 1 |
Entitas Pengadaan dan Rincian Kontak |
Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Setda Provinsi NTB,
Gubernur NTB, Gedung I, Jl. Pejanggik No.12 Lantai 2 Kantor, Pejanggik, Kec. Mataram, Kota Mataram
|
| 2 |
Proses Pengadaan |
Pengadaan Langsung |
| 3 |
Jenis Kontrak |
Pekerjaan Konstruksi |
| 4 |
Status Kontrak |
- |
| 5 |
Jumlah Perusahaan yang Ikut Tender/Pembanding |
1
|
| 6 |
Jumlah Perusahaan yang Memasukkan Penawaran |
1
|
| 7 |
Perkiraan Biaya |
Rp
168,500,000
|
| 8 |
Entitas Administrasi Kontrak |
Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB |
| 9 |
Judul Kontrak |
Unit Pengering (Solar Dryer) untuk Penanganan Pascapanen Tanaman Kakao Kabupaten Lombok Utara 1 Unit
|
| 10 |
Perusahaan Kontrak |
PT Alderon Pratama Indonesia
|
| 11 |
Harga Kontrak |
Rp
167,100,450
|
| 12 |
Lingkup Kontrak |
Lingkup proyek pengadaan dan pembangunan Unit Pengering Solar Dryer untuk penanganan pascapanen tanaman kakao di Kabupaten Lombok Utara mencakup beberapa tahapan kunci, mulai dari persiapan hingga implementasi dan pelatihan. Tujuan utamanya adalah menyediakan fasilitas pengeringan yang efisien dan higienis untuk meningkatkan kualitas biji kakao lokal
|
| 13 |
Tanggal Mulai dan
Lama Kontrak |
4 Mei 2020
s/d
4 November 2020
|