Nomor Referensi: 6219037
Pemerintahan – Tata Kelola Pemerintahan
Gambaran umum proyek ini mencakup langkah-langkah berikut: Perencanaan dan Desain: Menentukan jenis kandang (misalnya, kandang panggung, kandang koloni atau individual), ukuran yang ideal (sekitar 1,2 - 1,5 m² per ekor untuk penggemukan), bahan bangunan (umumnya kayu atau bambu, bisa juga kombinasi dengan beton), dan tata letak fasilitas pendukung seperti tempat pakan dan minum. Pemilihan Lokasi: Lokasi kandang harus strategis, memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan berjarak minimal 10-200 meter dari pemukiman untuk menghindari pencemaran bau. Kandang sebaiknya menghadap ke arah timur agar mendapat sinar matahari pagi yang cukup. Konstruksi: Melaksanakan pembangunan fisik sesuai desain dan rencana kerja yang telah disiapkan. Ini mencakup pembuatan fondasi, struktur utama, atap, lantai, dan dinding. Pemasangan Fasilitas: Melengkapi kandang dengan tempat pakan dan minum yang mudah dibersihkan dan tidak bocor, serta sistem pengelolaan kotoran dan drainase yang baik. Sanitasi Awal: Melakukan disinfeksi kandang sebelum ternak dimasukkan untuk memastikan lingkungan yang sehat dan bebas penyakit.
| 1 | Nomor Referensi | 6219037 |
| 2 | Pemilik Proyek | Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Kantor Induk |
| 3 | Sektor, Subsektor | Pemerintahan, Tata Kelola Pemerintahan |
| 4 | Nama Proyek | Pembangunan kandang ternak kambing |
| 5 | Lokasi Proyek | Bima - Bima (Kab.) |
| 6 | Tujuan Proyek | Pembangunan kandang ternak kambing |
| 7 | Gambaran Proyek | Gambaran umum proyek ini mencakup langkah-langkah berikut: Perencanaan dan Desain: Menentukan jenis kandang (misalnya, kandang panggung, kandang koloni atau individual), ukuran yang ideal (sekitar 1,2 - 1,5 m² per ekor untuk penggemukan), bahan bangunan (umumnya kayu atau bambu, bisa juga kombinasi dengan beton), dan tata letak fasilitas pendukung seperti tempat pakan dan minum. Pemilihan Lokasi: Lokasi kandang harus strategis, memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan berjarak minimal 10-200 meter dari pemukiman untuk menghindari pencemaran bau. Kandang sebaiknya menghadap ke arah timur agar mendapat sinar matahari pagi yang cukup. Konstruksi: Melaksanakan pembangunan fisik sesuai desain dan rencana kerja yang telah disiapkan. Ini mencakup pembuatan fondasi, struktur utama, atap, lantai, dan dinding. Pemasangan Fasilitas: Melengkapi kandang dengan tempat pakan dan minum yang mudah dibersihkan dan tidak bocor, serta sistem pengelolaan kotoran dan drainase yang baik. Sanitasi Awal: Melakukan disinfeksi kandang sebelum ternak dimasukkan untuk memastikan lingkungan yang sehat dan bebas penyakit. |
| 1 | Lingkup Proyek |
Pembangunan kandang ternak kambing |
|
| 2 | Dampak Lingkungan | Pembangunan kandang ternak kambing yang tidak terencana dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif signifikan terhadap lingkungan, terutama melalui pengelolaan limbah padat (kotoran) dan cair (urine dan air lindi) yang tidak memadai, yang menyebabkan pencemaran tanah dan sumber air terdekat oleh bakteri patogen serta peningkatan kadar nitrogen dan fosfor. Selain itu, bau menyengat dari amonia yang dihasilkan oleh dekomposisi kotoran dapat mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar, sementara penempatan kandang yang terlalu dekat dengan pemukiman tanpa sistem ventilasi yang tepat dapat menurunkan kualitas udara lokal. Namun, dampak-dampak ini dapat diminimalisir secara efektif apabila proyek pembangunan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan, seperti penggunaan sistem kandang panggung dengan pengelolaan kotoran terpusat untuk produksi kompos atau biogas, yang mengubah potensi masalah lingkungan menjadi sumber daya energi terbarukan atau pupuk organik bermanfaat. |
|
| 3 | Dampak Terhadap Lahan dan Permukiman | Pembangunan kandang ternak kambing berpotensi mengubah tata guna lahan dari fungsi lain (misalnya pertanian atau ruang terbuka hijau) menjadi area peternakan, yang jika tidak diatur dengan zonasi yang tepat, dapat menyebabkan alih fungsi lahan yang tidak optimal atau bahkan konflik penggunaan lahan di masa mendatang. Terhadap permukiman, dampak utamanya bersifat sosial dan kesehatan masyarakat, di mana lokasi kandang yang terlalu dekat dengan rumah warga tanpa manajemen limbah yang ketat sering kali menimbulkan gangguan bau tidak sedap, menarik lalat dan hama, serta meningkatkan risiko pencemaran sumber air minum, yang secara langsung dapat menurunkan kualitas hidup dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal masyarakat sekitar. |
|
| 4 | Rincian Kontak | Jl. Airlangga No.56, Kekalik Jaya, Kec. Sekarbela, Kota Mataram | |
| 5 | Sumber Dana | APBD NTB | |
| 6 | Anggaran Proyek | Rp 200,000,000 | |
| 7 | Tanggal Persetujuan Anggaran Proyek | 30 November 2020 | |
| 1 | Status Proyek | Pemeliharaan |
| 2 | Biaya Akhir | Rp 199,904,530 |
| 3 | Tanggal Akhir | 30 November 2021 |
| 4 | Lingkup Akhir |
Pembangunan kandang ternak kambing |
| 5 | Alasan Perubahan Pada Proyek |
Tidak ada perubahan |
| 6 | Referensi Laporan Audit dan Evaluasi | - |
| 1 | Entitas Pengadaan dan Rincian Kontak | Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Jl. Airlangga No.56, Kekalik Jaya, Kec. Sekarbela, Kota Mataram |
| 2 | Proses Pengadaan | Pengadaan Langsung |
| 3 | Jenis Kontrak | Pekerjaan Konstruksi |
| 4 | Status Kontrak | - |
| 5 | Jumlah Perusahaan yang Ikut Tender/Pembanding | 1 |
| 6 | Jumlah Perusahaan yang Memasukkan Penawaran | 1 |
| 7 | Perkiraan Biaya | Rp 200,000,000 |
| 8 | Entitas Administrasi Kontrak | Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB |
| 9 | Judul Kontrak | Pembangunan kandang ternak kambing |
| 10 | Perusahaan Kontrak | cv.mercusuar marine |
| 11 | Harga Kontrak | Rp 199,904,530 |
| 12 | Lingkup Kontrak |
Pembangunan kandang ternak kambing |
| 13 | Tanggal Mulai dan Lama Kontrak | 30 November 2020 s/d 30 November 2021 |