Nomor Referensi: 3402037
Lingkungan Hidup – Pengelolaan Sumber Daya Alam
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) adalah unit manajemen di tingkat tapak yang menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan kehutanan di Indonesia, dengan tujuan pengelolaan hutan yang efisien, lestari, dan memberikan manfaat optimal secara ekologis, sosial, dan ekonomi.
| 1 | Nomor Referensi | 3402037 |
| 2 | Pemilik Proyek | Balai KPH Ropang Provinsi NTB, UPTD |
| 3 | Sektor, Subsektor | Lingkungan Hidup, Pengelolaan Sumber Daya Alam |
| 4 | Nama Proyek | pembangunan dam pengendali pada wilayah BKPH Ropang |
| 5 | Lokasi Proyek | Ropang Kab. Sumbawa - Sumbawa (Kab.) |
| 6 | Tujuan Proyek | Tujuan utama pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) adalah untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang efektif, efisien, lestari (berkelanjutan), dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat |
| 7 | Gambaran Proyek | Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) adalah unit manajemen di tingkat tapak yang menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan kehutanan di Indonesia, dengan tujuan pengelolaan hutan yang efisien, lestari, dan memberikan manfaat optimal secara ekologis, sosial, dan ekonomi. |
| 1 | Lingkup Proyek |
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) memiliki lingkup tugas yang luas dalam pembangunan dan pengendalian wilayah hutan, bertindak sebagai ujung tombak pengelolaan hutan lestari di tingkat tapak. Tugasnya mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. |
|
| 2 | Dampak Lingkungan | Pembangunan di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dapat memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan, yang perlu dikelola secara hati-hati untuk memastikan kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat. |
|
| 3 | Dampak Terhadap Lahan dan Permukiman | Alih fungsi lahan permukiman di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) memberikan dampak signifikan, terutama negatif, terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. KPH berperan sebagai pengendali utama melalui perencanaan dan pengelolaan hutan yang terstruktur. |
|
| 4 | Rincian Kontak | Jalan Garuda 182 Labuan Sumbawa, Labuhan Badas, Labuan Sumbawa, Kec. Sumbawa, Kabupaten Sumbawa | |
| 5 | Sumber Dana | APBD 2017 | |
| 6 | Anggaran Proyek | Rp 262,606,000 | |
| 7 | Tanggal Persetujuan Anggaran Proyek | 11 Agustus 2017 | |
| 1 | Status Proyek | Pemeliharaan |
| 2 | Biaya Akhir | Rp 228,467,220 |
| 3 | Tanggal Akhir | 12 September 2018 |
| 4 | Lingkup Akhir |
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) memiliki lingkup tugas yang luas dalam pembangunan dan pengendalian wilayah hutan, bertindak sebagai ujung tombak pengelolaan hutan lestari di tingkat tapak. Tugasnya mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. |
| 5 | Alasan Perubahan Pada Proyek |
tidak ada perubahan |
| 6 | Referensi Laporan Audit dan Evaluasi | - |
| 1 | Entitas Pengadaan dan Rincian Kontak | Balai KPH Ropang Provinsi NTB, Jalan Garuda 182 Labuan Sumbawa, Labuhan Badas, Labuan Sumbawa, Kec. Sumbawa, Kabupaten Sumbawa |
| 2 | Proses Pengadaan | Lelang Pemilihan Langsung - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur |
| 3 | Jenis Kontrak | Pekerjaan Konstruksi |
| 4 | Status Kontrak | - |
| 5 | Jumlah Perusahaan yang Ikut Tender/Pembanding | 3 |
| 6 | Jumlah Perusahaan yang Memasukkan Penawaran | 3 |
| 7 | Perkiraan Biaya | Rp 262,606,000 |
| 8 | Entitas Administrasi Kontrak | Balai KPH Ropang Provinsi NTB |
| 9 | Judul Kontrak | pembangunan dam pengendali pada wilayah BKPH Ropang |
| 10 | Perusahaan Kontrak | CV. PUTRA SAMAWA |
| 11 | Harga Kontrak | Rp 228,467,220 |
| 12 | Lingkup Kontrak |
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) memiliki lingkup tugas yang luas dalam pembangunan dan pengendalian wilayah hutan, bertindak sebagai ujung tombak pengelolaan hutan lestari di tingkat tapak. Tugasnya mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. |
| 13 | Tanggal Mulai dan Lama Kontrak | 12 September 2017 s/d 12 September 2018 |