Nomor Referensi: 5504037
Ekonomi – Pertanian
Secara umum, gambaran proyek pengadaan Unit Pengering (Solar Dryer) untuk penanganan pascapanen kopi di Kabupaten Lombok Tengah memiliki kesamaan dengan proyek sejenis di daerah lain, namun disesuaikan dengan kondisi lokal. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas biji kopi, menstabilkan proses produksi, dan meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Lombok Tengah.
| 1 | Nomor Referensi | 5504037 |
| 2 | Pemilik Proyek | Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Kantor Induk |
| 3 | Sektor, Subsektor | Ekonomi, Pertanian |
| 4 | Nama Proyek | Unit Pengering (Solar Dryer) untuk Penanganan Pascapanen Kopi (Kabupaten Lombok Tengah) 1 Unit |
| 5 | Lokasi Proyek | Kabupaten Lombok Tengah |
| 6 | Tujuan Proyek | Meningkatkan kualitas kopi: Unit pengering surya akan memastikan biji kopi mencapai kadar air optimal (sekitar 12%) secara merata, yang akan menjaga mutu rasa dan aroma kopi. Meningkatkan efisiensi waktu: Proses pengeringan yang lebih cepat akan memungkinkan petani untuk memproses hasil panen dalam jumlah yang lebih besar dalam waktu yang lebih singkat. Meningkatkan nilai jual: Kopi dengan kualitas yang lebih tinggi akan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani secara signifikan. Mendukung keberlanjutan: Penggunaan energi surya sebagai sumber tenaga menjadikan proses pengeringan ramah lingkungan dan tidak bergantung pada sumber daya energi fosil. |
| 7 | Gambaran Proyek | Secara umum, gambaran proyek pengadaan Unit Pengering (Solar Dryer) untuk penanganan pascapanen kopi di Kabupaten Lombok Tengah memiliki kesamaan dengan proyek sejenis di daerah lain, namun disesuaikan dengan kondisi lokal. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas biji kopi, menstabilkan proses produksi, dan meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Lombok Tengah. |
| 1 | Lingkup Proyek |
Proyek pengadaan satu unit solar dryer (pengering tenaga surya) untuk penanganan pascapanen kopi di Kabupaten Lombok Tengah memiliki lingkup kerja yang terperinci. Lingkup ini mencakup semua tahapan, mulai dari perencanaan hingga keberlanjutan, dengan fokus pada kondisi dan kebutuhan petani kopi setempat |
|
| 2 | Dampak Lingkungan | a. Pengurangan Pencemaran Lingkungan Mengurangi limbah organik basah dari kopi karena proses pengeringan lebih cepat dan higienis. Mencegah fermentasi berlebih yang menimbulkan bau tak sedap di area pemukiman. b. Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi Solar dryer menggunakan energi surya, sehingga: Mengurangi ketergantungan pada energi berbahan bakar fosil. Menurunkan emisi CO₂, dibanding pengeringan mesin berbahan bakar minyak/gas. c. Peningkatan Higienitas dan Kualitas Produk Pengering tertutup menghindarkan kontaminasi debu, serangga, dan binatang. Hasil kopi berkualitas lebih baik, mendukung standar ekspor dan nilai jual petani. d. Mendukung Ketahanan Iklim (Climate Resilience) Mengurangi risiko gagal kering akibat cuaca ekstrem (hujan mendadak, kelembapan tinggi). Mendukung adaptasi petani terhadap perubahan iklim di daerah basah/berawan. |
|
| 3 | Dampak Terhadap Lahan dan Permukiman | Dampak terhadap lahan bersifat rendah dan dapat dikelola dengan penataan drainase, pengelolaan tanah galian, dan desain bangunan yang rapi. Dampak terhadap permukiman juga rendah, terbatas pada gangguan temporer saat konstruksi dan potensi bau dari limbah basah jika tidak dikelola. Operasional solar dryer justru memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan pendapatan petani dan aktivitas ekonomi. |
|
| 4 | Rincian Kontak | Jl. Pejanggik No.10, Mataram Bar., Kec. Selaparang, Kota Mataram | |
| 5 | Sumber Dana | APBD NTB | |
| 6 | Anggaran Proyek | Rp 164,000,000 | |
| 7 | Tanggal Persetujuan Anggaran Proyek | 4 Agustus 2020 | |
| 1 | Status Proyek | Pemeliharaan |
| 2 | Biaya Akhir | Rp 163,480,000 |
| 3 | Tanggal Akhir | 4 Februari 2021 |
| 4 | Lingkup Akhir |
Proyek pengadaan satu unit solar dryer (pengering tenaga surya) untuk penanganan pascapanen kopi di Kabupaten Lombok Tengah memiliki lingkup kerja yang terperinci. Lingkup ini mencakup semua tahapan, mulai dari perencanaan hingga keberlanjutan, dengan fokus pada kondisi dan kebutuhan petani kopi setempat |
| 5 | Alasan Perubahan Pada Proyek |
Tidak ada perubahan |
| 6 | Referensi Laporan Audit dan Evaluasi | - |
| 1 | Entitas Pengadaan dan Rincian Kontak | Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Jl. Pejanggik No.10, Mataram Bar., Kec. Selaparang, Kota Mataram |
| 2 | Proses Pengadaan | Pengadaan Langsung |
| 3 | Jenis Kontrak | Pekerjaan Konstruksi |
| 4 | Status Kontrak | - |
| 5 | Jumlah Perusahaan yang Ikut Tender/Pembanding | 1 |
| 6 | Jumlah Perusahaan yang Memasukkan Penawaran | 1 |
| 7 | Perkiraan Biaya | Rp 164,000,000 |
| 8 | Entitas Administrasi Kontrak | Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB |
| 9 | Judul Kontrak | Unit Pengering (Solar Dryer) untuk Penanganan Pascapanen Kopi (Kabupaten Lombok Tengah) 1 Unit |
| 10 | Perusahaan Kontrak | PT Alderon Pratama Indonesia |
| 11 | Harga Kontrak | Rp 163,480,000 |
| 12 | Lingkup Kontrak |
Proyek pengadaan satu unit solar dryer (pengering tenaga surya) untuk penanganan pascapanen kopi di Kabupaten Lombok Tengah memiliki lingkup kerja yang terperinci. Lingkup ini mencakup semua tahapan, mulai dari perencanaan hingga keberlanjutan, dengan fokus pada kondisi dan kebutuhan petani kopi setempat |
| 13 | Tanggal Mulai dan Lama Kontrak | 4 Agustus 2020 s/d 4 Februari 2021 |