Nomor Referensi: 5167037
Pemerintahan – Tata Kelola Pemerintahan
Gambaran proyek pembangunan gudang benih adalah pembangunan sebuah fasilitas penyimpanan yang dirancang secara khusus untuk menjaga kualitas, viabilitas, dan kesehatan benih dalam jangka waktu lama. Proyek ini penting untuk mendukung sektor pertanian, memastikan ketersediaan benih bermutu bagi petani, dan mengamankan cadangan pangan
| 1 | Nomor Referensi | 5167037 |
| 2 | Pemilik Proyek | Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Kantor Induk |
| 3 | Sektor, Subsektor | Pemerintahan, Tata Kelola Pemerintahan |
| 4 | Nama Proyek | Pembangunan Gudang Benih |
| 5 | Lokasi Proyek | UPB Timbanuh - Kabupaten Lombok Timur |
| 6 | Tujuan Proyek | Menjaga viabilitas dan kualitas benih: Menciptakan kondisi lingkungan yang terkontrol untuk mencegah penurunan mutu benih akibat suhu, kelembapan, hama, dan jamur. Melindungi benih: Melindungi benih dari kerusakan akibat faktor lingkungan, serangga, pengerat, dan fungi selama proses penyimpanan. Menjamin ketersediaan benih: Memastikan pasokan benih bermutu tersedia secara stabil dari satu musim tanam ke musim berikutnya. Meningkatkan efisiensi distribusi: Memudahkan proses distribusi benih berkualitas kepada para petani dengan ketersediaan benih yang terpusat dan terkelola. Mendukung ketahanan pangan: Membantu program pemerintah dalam hal ketersediaan benih unggul untuk meningkatkan produktivitas pertanian. |
| 7 | Gambaran Proyek | Gambaran proyek pembangunan gudang benih adalah pembangunan sebuah fasilitas penyimpanan yang dirancang secara khusus untuk menjaga kualitas, viabilitas, dan kesehatan benih dalam jangka waktu lama. Proyek ini penting untuk mendukung sektor pertanian, memastikan ketersediaan benih bermutu bagi petani, dan mengamankan cadangan pangan |
| 1 | Lingkup Proyek |
Lingkup proyek pembangunan gudang benih mencakup semua tahapan, mulai dari perencanaan hingga bangunan siap digunakan, untuk menciptakan fasilitas penyimpanan yang optimal dan terkontrol. Gudang ini dirancang untuk menjaga viabilitas dan kualitas benih, serta melindunginya dari kerusakan akibat faktor lingkungan, serangga, pengerat, dan jamur |
|
| 2 | Dampak Lingkungan | Mendukung Pengelolaan Lingkungan yang Lebih Baik Penyimpanan yang tertata mengurangi limbah pertanian berserakan. Solar dryer atau pengering hemat energi membantu menekan penggunaan bahan bakar. Penurunan jamur dan kelembapan mengurangi kebutuhan pestisida atau bahan kimia lainnya. Mengurangi Pencemaran Lingkungan Proses pengeringan yang lebih bersih dan terstandar mengurangi potensi pembusukan dan bau. Limbah pertanian ditangani lebih terkontrol. Tidak perlu lagi penjemuran di jalan/desa yang sering menyebabkan debu dan gangguan lalu lintas. Meningkatkan Efisiensi Energi Jika menggunakan solar dryer, memanfaatkan energi matahari → ramah lingkungan dan hemat listrik. Penggunaan alat pengering yang efisien menekan emisi karbon dibanding pengering berbahan bakar konvensional. |
|
| 3 | Dampak Terhadap Lahan dan Permukiman | Dampak Terhadap Lahan Pemanfaatan lahan lebih optimal, dari area kosong/tidak produktif menjadi fasilitas pertanian yang fungsional. Peningkatan nilai dan kerapihan lahan melalui penataan bangunan, akses, dan drainase. Mengurangi area kumuh serta memperbaiki kualitas tata ruang lokal. Stabilitas lahan meningkat karena adanya pengaturan aliran air dan struktur yang terencana. Dampak Terhadap Permukiman Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui lapangan kerja dan aktivitas pendukung. Lingkungan permukiman lebih bersih dan rapi, karena proses pengeringan tidak lagi dilakukan di pekarangan atau jalan kampung. Meningkatkan kenyamanan dan keamanan, dengan adanya aktivitas terorganisir dan infrastruktur yang lebih baik. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena produksi benih lebih stabil dan berkualitas. |
|
| 4 | Rincian Kontak | Jl. Pejanggik No.10, Mataram Bar., Kec. Selaparang, Kota Mataram | |
| 5 | Sumber Dana | APBD NTB | |
| 6 | Anggaran Proyek | Rp 198,000,000 | |
| 7 | Tanggal Persetujuan Anggaran Proyek | 23 April 2020 | |
| 1 | Status Proyek | Pemeliharaan |
| 2 | Biaya Akhir | Rp 198,000,000 |
| 3 | Tanggal Akhir | 23 Desember 2020 |
| 4 | Lingkup Akhir |
Lingkup proyek pembangunan gudang benih mencakup semua tahapan, mulai dari perencanaan hingga bangunan siap digunakan, untuk menciptakan fasilitas penyimpanan yang optimal dan terkontrol. Gudang ini dirancang untuk menjaga viabilitas dan kualitas benih, serta melindunginya dari kerusakan akibat faktor lingkungan, serangga, pengerat, dan jamur |
| 5 | Alasan Perubahan Pada Proyek |
Tidak ada perubahan |
| 6 | Referensi Laporan Audit dan Evaluasi | - |
| 1 | Entitas Pengadaan dan Rincian Kontak | Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Setda Provinsi NTB, Gubernur NTB, Gedung I, Jl. Pejanggik No.12 Lantai 2 Kantor, Pejanggik, Kec. Mataram, Kota Mataram |
| 2 | Proses Pengadaan | Pengadaan Langsung |
| 3 | Jenis Kontrak | Pekerjaan Konstruksi |
| 4 | Status Kontrak | - |
| 5 | Jumlah Perusahaan yang Ikut Tender/Pembanding | 1 |
| 6 | Jumlah Perusahaan yang Memasukkan Penawaran | 1 |
| 7 | Perkiraan Biaya | Rp 198,000,000 |
| 8 | Entitas Administrasi Kontrak | Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB |
| 9 | Judul Kontrak | Pembangunan Gudang Benih |
| 10 | Perusahaan Kontrak | CV. ANINDYA |
| 11 | Harga Kontrak | Rp 198,000,000 |
| 12 | Lingkup Kontrak |
Lingkup proyek pembangunan gudang benih mencakup semua tahapan, mulai dari perencanaan hingga bangunan siap digunakan, untuk menciptakan fasilitas penyimpanan yang optimal dan terkontrol. Gudang ini dirancang untuk menjaga viabilitas dan kualitas benih, serta melindunginya dari kerusakan akibat faktor lingkungan, serangga, pengerat, dan jamur |
| 13 | Tanggal Mulai dan Lama Kontrak | 23 April 2020 s/d 23 Desember 2020 |