Nomor Referensi: 2471037
Pemerintahan – Tata Kelola Pemerintahan
Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) Paket I : Kota Mataram, Kab. Lobar dan KLU
| 1 | Nomor Referensi | 2471037 |
| 2 | Pemilik Proyek | Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi NTB, Kantor Induk |
| 3 | Sektor, Subsektor | Pemerintahan, Tata Kelola Pemerintahan |
| 4 | Nama Proyek | Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) Paket I : Kota Mataram, Kab. Lobar dan KLU |
| 5 | Lokasi Proyek | tersebar di - Lombok Barat (Kab.) tersebar di - Mataram (Kota) tersebar di - Lombok Utara (Kab.) |
| 6 | Tujuan Proyek | Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) Paket I : Kota Mataram, Kab. Lobar dan KLU |
| 7 | Gambaran Proyek | Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) Paket I : Kota Mataram, Kab. Lobar dan KLU |
| 1 | Lingkup Proyek |
Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) Paket I : Kota Mataram, Kab. Lobar dan KLU |
|
| 2 | Dampak Lingkungan | Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) Paket I di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Utara umumnya memberikan dampak lingkungan yang relatif kecil dan bersifat lokal, namun tetap perlu diperhatikan. Kegiatan konstruksi dapat menimbulkan gangguan sementara seperti peningkatan kebisingan, debu, dan lalu lintas alat berat yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekitar. Selain itu, terdapat potensi timbulan limbah material seperti sisa kayu, beton, dan kemasan bahan bangunan yang perlu dikelola agar tidak mencemari lingkungan. Pada sisi positif, pembangunan RLH dapat meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dengan menyediakan hunian yang lebih sehat, tertata, dan memiliki sistem sanitasi yang lebih baik sehingga mengurangi risiko pencemaran lingkungan jangka panjang. |
|
| 3 | Dampak Terhadap Lahan dan Permukiman | Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) Paket I di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Utara umumnya memberikan dampak lingkungan yang relatif kecil dan bersifat lokal, namun tetap perlu diperhatikan. Kegiatan konstruksi dapat menimbulkan gangguan sementara seperti peningkatan kebisingan, debu, dan lalu lintas alat berat yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekitar. Selain itu, terdapat potensi timbulan limbah material seperti sisa kayu, beton, dan kemasan bahan bangunan yang perlu dikelola agar tidak mencemari lingkungan. Pada sisi positif, pembangunan RLH dapat meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dengan menyediakan hunian yang lebih sehat, tertata, dan memiliki sistem sanitasi yang lebih baik sehingga mengurangi risiko pencemaran lingkungan jangka panjang. |
|
| 4 | Rincian Kontak | Jl. Majapahit No.16, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat | |
| 5 | Sumber Dana | APBD NTB | |
| 6 | Anggaran Proyek | Rp 6,150,000,000 | |
| 7 | Tanggal Persetujuan Anggaran Proyek | 3 Maret 2016 | |
| 1 | Status Proyek | Pemeliharaan |
| 2 | Biaya Akhir | Rp 6,150,000,000 |
| 3 | Tanggal Akhir | 19 April 2017 |
| 4 | Lingkup Akhir |
Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) Paket I : Kota Mataram, Kab. Lobar dan KLU |
| 5 | Alasan Perubahan Pada Proyek |
- |
| 6 | Referensi Laporan Audit dan Evaluasi | - |
| 1 | Entitas Pengadaan dan Rincian Kontak | Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Setda Provinsi NTB, Gubernur NTB, Gedung I, Jl. Pejanggik No.12 Lantai 2 Kantor, Pejanggik, Kec. Mataram, Kota Mataram |
| 2 | Proses Pengadaan | Lelang Pemilihan Langsung - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur |
| 3 | Jenis Kontrak | Pekerjaan Konstruksi |
| 4 | Status Kontrak | - |
| 5 | Jumlah Perusahaan yang Ikut Tender/Pembanding | 1 |
| 6 | Jumlah Perusahaan yang Memasukkan Penawaran | 1 |
| 7 | Perkiraan Biaya | Rp 6,150,000,000 |
| 8 | Entitas Administrasi Kontrak | Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi NTB |
| 9 | Judul Kontrak | Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) Paket I : Kota Mataram, Kab. Lobar dan KLU |
| 10 | Perusahaan Kontrak | PT. MARI BANGUN NUSANTARA |
| 11 | Harga Kontrak | Rp 6,150,000,000 |
| 12 | Lingkup Kontrak |
Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) Paket I : Kota Mataram, Kab. Lobar dan KLU |
| 13 | Tanggal Mulai dan Lama Kontrak | 19 April 2016 s/d 19 April 2017 |