Nomor Referensi: 10030046000
Pemerintahan – Tata Kelola Pemerintahan
Renovasi ruang komisi DPR RI merujuk pada serangkaian proyek perbaikan infrastruktur di kompleks parlemen yang telah berlangsung secara sporadis selama bertahun-tahun. Gambaran umum proyek ini mencakup aspek-aspek seperti tujuan perbaikan, ruang lingkup pekerjaan, dan kontroversi seputar anggaran.
| 1 | Nomor Referensi | 10030046000 |
| 2 | Pemilik Proyek | Sekretariat DPRD Provinsi NTB, Kantor Induk |
| 3 | Sektor, Subsektor | Pemerintahan, Tata Kelola Pemerintahan |
| 4 | Nama Proyek | Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor - Renovasi Ruang Komisi |
| 5 | Lokasi Proyek | Jln. Udayana No. 11 Mataram - Mataram (Kota) |
| 6 | Tujuan Proyek | Renovasi Ruang Rapat Paripurna dan Ruang Komisi di DPR bertujuan untuk mengembalikan fungsi dan memastikan keamanan struktur bangunan pasca gempa bumi yang terjadi pada tahun 2018, dengan fokus pada perbaikan kerusakan di Gedung Nusantara II serta peningkatan sistem keselamatan, pencahayaan, dan tata suara yang sudah tidak memadai, demi menunjang kinerja anggota dewan secara optimal. |
| 7 | Gambaran Proyek | Renovasi ruang komisi DPR RI merujuk pada serangkaian proyek perbaikan infrastruktur di kompleks parlemen yang telah berlangsung secara sporadis selama bertahun-tahun. Gambaran umum proyek ini mencakup aspek-aspek seperti tujuan perbaikan, ruang lingkup pekerjaan, dan kontroversi seputar anggaran. |
| 1 | Lingkup Proyek |
Renovasi ruang komisi DPR RI biasanya mencakup perbaikan interior, penggantian furnitur, peningkatan infrastruktur teknologi informasi, dan penyesuaian tata letak ruangan untuk mendukung efisiensi kerja anggota dewan yang terkadang bertambah jumlahnya atau memiliki kebutuhan staf ahli tambahan. Proyek-proyek renovasi sebelumnya, seperti yang terjadi pada tahun 2008 dan 2012, berfokus pada perluasan ruang kerja agar dapat menampung staf ahli dan perbaikan fasilitas penunjang seperti toilet dan ruang rapat, dengan alokasi anggaran yang bervariasi tergantung pada lingkup spesifik perbaikan, seperti renovasi total 546 ruangan anggota atau ruang rapat Badan Anggaran tertentu. Informasi terbaru mengindikasikan adanya penambahan jumlah komisi di periode 2024-2029 menjadi 13 komisi, yang mungkin memicu kebutuhan renovasi atau penyesuaian ruang, namun rincian spesifik mengenai lingkup proyek renovasi ruang komisi yang sedang berjalan saat ini tidak tersedia dalam sumber yang dirujuk. |
|
| 2 | Dampak Lingkungan | Renovasi ruang Komisi DPR, seperti proyek konstruksi skala besar lainnya, menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan dan beragam. Dampak utamanya berasal dari manajemen limbah, karena pembongkaran menghasilkan sejumlah besar puing-puing bangunan, termasuk beton, kayu, dan material lain yang sering kali sulit didaur ulang dan berakhir di tempat pembuangan sampah. Selain itu, proyek ini memerlukan konsumsi sumber daya alam yang substansial, seperti bahan bangunan baru, air, dan energi untuk operasional alat berat dan penerangan, yang berkontribusi pada jejak karbon pembangunan tersebut. Potensi gangguan habitat lokal, peningkatan polusi udara akibat debu dan emisi kendaraan proyek, serta polusi suara selama fase konstruksi juga merupakan konsekuensi lingkungan yang tak terhindarkan dari kegiatan renovasi ini. |
|
| 3 | Dampak Terhadap Lahan dan Permukiman | Renovasi ruang komisi DPR secara umum tidak memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap permukiman atau masyarakat umum di sekitar kompleks parlemen, karena kegiatan tersebut bersifat internal dan dilakukan di dalam area gedung yang sudah ada. Dampak utamanya lebih bersifat sosiologis dan politis, di mana alokasi anggaran untuk renovasi sering kali menuai kritik dan polemik dari masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) terkait prioritas penggunaan dana publik di tengah tantangan ekonomi atau kebutuhan masyarakat yang lebih luas, seperti pendidikan atau kesehatan. Masyarakat sering mempertanyakan urgensi dan transparansi proyek semacam itu, yang dapat menyebabkan penurunan kepercayaan publik terhadap kinerja dan sensitivitas anggota dewan terhadap aspirasi rakyat. |
|
| 4 | Rincian Kontak | Jl. Udayana No.11, Dasan Agung, Kec. Selaparang, Kota Mataram | |
| 5 | Sumber Dana | APBD 2025 | |
| 6 | Anggaran Proyek | Rp 1,084,399,000 | |
| 7 | Tanggal Persetujuan Anggaran Proyek | 6 Mei 2025 | |
| 1 | Status Proyek | Pemeliharaan |
| 2 | Biaya Akhir | Rp 1,077,745,310 |
| 3 | Tanggal Akhir | 17 Juni 2025 |
| 4 | Lingkup Akhir |
Renovasi ruang komisi DPR RI biasanya mencakup perbaikan interior, penggantian furnitur, peningkatan infrastruktur teknologi informasi, dan penyesuaian tata letak ruangan untuk mendukung efisiensi kerja anggota dewan yang terkadang bertambah jumlahnya atau memiliki kebutuhan staf ahli tambahan. Proyek-proyek renovasi sebelumnya, seperti yang terjadi pada tahun 2008 dan 2012, berfokus pada perluasan ruang kerja agar dapat menampung staf ahli dan perbaikan fasilitas penunjang seperti toilet dan ruang rapat, dengan alokasi anggaran yang bervariasi tergantung pada lingkup spesifik perbaikan, seperti renovasi total 546 ruangan anggota atau ruang rapat Badan Anggaran tertentu. Informasi terbaru mengindikasikan adanya penambahan jumlah komisi di periode 2024-2029 menjadi 13 komisi, yang mungkin memicu kebutuhan renovasi atau penyesuaian ruang, namun rincian spesifik mengenai lingkup proyek renovasi ruang komisi yang sedang berjalan saat ini tidak tersedia dalam sumber yang dirujuk. |
| 5 | Alasan Perubahan Pada Proyek |
TIDAK ADA PERUBAHAN |
| 6 | Referensi Laporan Audit dan Evaluasi | - |
| 1 | Entitas Pengadaan dan Rincian Kontak | Sekretariat DPRD Provinsi NTB, Jl. Udayana No.11, Dasan Agung, Kec. Selaparang, Kota Mataram |
| 2 | Proses Pengadaan | Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur |
| 3 | Jenis Kontrak | Pekerjaan Konstruksi |
| 4 | Status Kontrak | - |
| 5 | Jumlah Perusahaan yang Ikut Tender/Pembanding | 10 |
| 6 | Jumlah Perusahaan yang Memasukkan Penawaran | 10 |
| 7 | Perkiraan Biaya | Rp 1,084,399,000 |
| 8 | Entitas Administrasi Kontrak | Sekretariat DPRD Provinsi NTB |
| 9 | Judul Kontrak | Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor - Renovasi Ruang Komisi |
| 10 | Perusahaan Kontrak | PT. WIJAYA KARYA NUSACIPTA |
| 11 | Harga Kontrak | Rp 1,077,745,310 |
| 12 | Lingkup Kontrak |
Renovasi ruang komisi DPR RI biasanya mencakup perbaikan interior, penggantian furnitur, peningkatan infrastruktur teknologi informasi, dan penyesuaian tata letak ruangan untuk mendukung efisiensi kerja anggota dewan yang terkadang bertambah jumlahnya atau memiliki kebutuhan staf ahli tambahan. Proyek-proyek renovasi sebelumnya, seperti yang terjadi pada tahun 2008 dan 2012, berfokus pada perluasan ruang kerja agar dapat menampung staf ahli dan perbaikan fasilitas penunjang seperti toilet dan ruang rapat, dengan alokasi anggaran yang bervariasi tergantung pada lingkup spesifik perbaikan, seperti renovasi total 546 ruangan anggota atau ruang rapat Badan Anggaran tertentu. Informasi terbaru mengindikasikan adanya penambahan jumlah komisi di periode 2024-2029 menjadi 13 komisi, yang mungkin memicu kebutuhan renovasi atau penyesuaian ruang, namun rincian spesifik mengenai lingkup proyek renovasi ruang komisi yang sedang berjalan saat ini tidak tersedia dalam sumber yang dirujuk. |
| 13 | Tanggal Mulai dan Lama Kontrak | 4 Juni 2025 s/d 17 Juni 2025 |